Mgr. Paulus Budi Kleden di Tahbisan Uskup Larantuka: Gereja Harus Menjadi Rumah bagi yang Miskin dan Terpinggirkan

Larantuka, 11 Februari 2026 – Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, menyampaikan khotbah mendalam dalam Misa Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Manteiro sebagai Uskup Keuskupan Larantuka di Katedral Reinha Rosari Larantuka.

Dalam khotbahnya, Mgr. Budi Kleden menegaskan kembali jati diri Gereja sebagai persekutuan umat Allah yang berpihak pada mereka yang kecil, miskin, dan terpinggirkan. Pesan tersebut selaras dengan refleksi yang juga digaungkan dalam seluruh rangkaian tahbisan.

Ia mengingatkan bahwa tahbisan episkopal bukan sekadar pengangkatan jabatan, melainkan panggilan pelayanan yang menempatkan seorang uskup dalam kesinambungan para rasul.

“Seorang uskup dipanggil untuk menjadi gembala yang menghadirkan Kristus di tengah umat, terutama bagi mereka yang rapuh dan membutuhkan penguatan,” ungkapnya dalam khotbah yang disambut khidmat lebih dari 5.000 umat yang hadir.


Mgr. Budi Kleden juga menekankan pentingnya kesatuan Gereja sebagaimana tertuang dalam moto episkopal Mgr. Hans Monteiro, Unum corpus, unus spiritus, una spes. Kesatuan itu, menurutnya, harus nyata dalam solidaritas dan semangat pelayanan.

Ia mengajak seluruh umat Keuskupan Larantuka untuk mendukung pelayanan Uskup Hans Manteiro dengan doa dan kerja sama yang tulus, serta menjaga Gereja dari perpecahan internal.

Tahbisan ini dipimpin oleh Uskup Emeritus Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, didampingi Mgr. Paulus Budi Kleden dan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Maumere.

Peristiwa iman ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi Keuskupan Larantuka, tetapi juga bagi Gereja Katolik di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.**go


Iklan

Iklan