Gubernur NTT Melki Laka Lena di Tahbisan Uskup Larantuka: “Harta Karun Gereja Adalah Orang-Orang Susah”

Larantuka – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Keuskupan Larantuka, yang berlangsung di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Flores Timur, Selasa (11/2/2026).

Dalam sambutan resepsi tahbisan, Gubernur Melki menegaskan pentingnya semangat persatuan dan solidaritas sebagaimana tercermin dalam moto episkopal Mgr. Hans Monteiro, “Unum corpus, unus spiritus, una spes”, satu tubuh, satu roh, satu harapan.

“Seruan ini mengajak kita semua untuk bersekutu sebagai satu kawanan dalam Kristus. Pada momen indah ini, kami menyambut baik kehadiran Uskup Hans Monteiro dan mendoakan Uskup Emeritus Mgr. Frans Kopong agar selalu sehat dan terus berkontribusi bagi Keuskupan Larantuka dan NTT,” ujar Gubernur Melki.

Ia juga menyoroti pesan mendalam yang disampaikan dalam bacaan liturgi, khotbah, dan sambutan tahbisan, bahwa harta karun Gereja sejatinya adalah orang-orang kecil dan menderita.

“Harta karun Gereja bukan mereka yang berkelebihan, tetapi mereka yang susah, yang miskin, yang hidupnya terpinggirkan. Sering kali harta karun Gereja ini kita lupakan,” tegasnya.

Menurut Gubernur Melki, momentum tahbisan ini menjadi pengingat agar semua pihak—Gereja dan pemerintah—terus membangun kebersamaan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa Gereja Katolik merupakan salah satu pilar penting pembangunan di NTT, mengingat lebih dari 50 persen penduduk NTT beragama Katolik.

“Peran Gereja Katolik sangat penting dalam memberikan kontribusi nyata untuk membuat NTT lebih baik ke depan. Kami berharap peristiwa iman ini semakin mempererat kerja sama antara pemerintah dan Gereja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga memperkenalkan NTT Mart yang baru diresmikan sebagai ruang promosi dan pemberdayaan UMKM lokal. Ia mengajak para uskup dan tamu yang hadir untuk singgah dan membawa oleh-oleh khas NTT.

Tahbisan episkopal ini turut dihadiri Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, perwakilan Kedutaan Besar Vatikan, para uskup se-Indonesia, serta ribuan umat yang memadati Katedral Reinha Rosari Larantuka. **()


Iklan

Iklan