Kupang – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMK Negeri 5 Kupang, Hebner Dakabesi, menyatakan bahwa SMKN 5 Kupang tidak hanya mendorong siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga menyiapkan lulusan sebagai tenaga kerja siap pakai yang diminati dunia industri, termasuk peluang kerja ke Jepang dan Jerman melalui PT Mitra Grup.
Pernyataan tersebut disampaikan Hebner Dakabesi kepada tim media pada Jumat, 6 Februari 2026, di Kupang.
Hebner menjelaskan, hingga saat ini terdapat 73 siswa kelas XII SMKN 5 Kupang yang dinyatakan eligible untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Menurutnya, persoalan siswa eligible bukan hal baru karena telah menjadi agenda rutin sekolah setiap tahun.
“Sejak menjelang akhir tahun kemarin, kami sudah mengantisipasi dengan melakukan sosialisasi kepada siswa kelas XII. Kami sampaikan bahwa masuk perguruan tinggi ada tiga skema, yakni SNBP, jalur tes, dan jalur mandiri,” ujar Hebner.
Ia mengungkapkan, SMKN 5 Kupang yang telah terakreditasi A memperoleh kuota 158 siswa untuk jalur prestasi. Namun berdasarkan hasil tracer study yang dilakukan sejak Oktober 2025 terhadap sekitar 388 siswa kelas XII, hanya 110 siswa yang menyatakan minat melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Mayoritas siswa SMK memang memilih bekerja. Dari kuota 158 itu, yang mendaftarkan diri melalui jalur prestasi hanya 73 siswa. Sisanya memilih jalur tes atau perguruan tinggi swasta. Itu pilihan masing-masing siswa dan kami sangat menghargainya,” jelasnya.
Hebner menambahkan, proses finalisasi data dilakukan secara bertahap. Finalisasi data sekolah dilaksanakan pada 26 Januari 2026, finalisasi data siswa eligible dan guru pada 27 Januari 2026, serta finalisasi nilai rapor pada 1 Februari 2026. Dari proses tersebut, ditetapkan 73 siswa yang mengikuti tahapan SNBP.
Ia berharap, 73 siswa tersebut dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik dan memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025 lalu, dari 85 siswa eligible, hanya 15 siswa yang dinyatakan lulus SNBP.
“Tahun ini kami sangat berharap hasilnya lebih baik. Apalagi sekarang juga ada Tes Kemampuan Akademik yang menjadi salah satu pertimbangan,” katanya.
Dari sisi sebaran program keahlian, 73 siswa eligible berasal dari 9 program keahlian yang ada di SMKN 5 Kupang. Program Teknik Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil menjadi satu-satunya jurusan yang memanfaatkan kuota penuh dengan 11 siswa. Sementara itu, Teknik Perawatan Gedung hanya diikuti 2 siswa, Otomotif 4 siswa, Energi Terbarukan 18 siswa, serta Desain Komunikasi Visual (DKV) 14 siswa.
“Secara umum, berdasarkan tracer study, sekitar 73 persen lulusan SMK memilih langsung bekerja. Ada juga yang bercita-cita masuk TNI dan Polri. Semua pilihan itu kami hormati,” tegas Hebner.
Selain jalur pendidikan, SMKN 5 Kupang juga aktif memperkuat jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri. Hebner menyebutkan, pada tahun sebelumnya, dari sekitar 400-an lulusan, lebih dari 200 siswa telah terserap dunia kerja melalui Bursa Kerja Khusus (BKK), baik sesuai maupun di luar bidang keahlian.
Untuk tahun ini, peluang kerja bahkan datang dari luar negeri. SMKN 5 Kupang telah menerima kunjungan dan sosialisasi dari PT Mitra Grup yang menawarkan rekrutmen tenaga kerja ke Jepang dan Jerman, khususnya pada sektor teknologi dan industri.
“Kami sangat menyambut baik tawaran ini. Anak-anak kita disiapkan sebagai tenaga kerja sektor teknologi di Jepang dan Jerman. Ini peluang besar bagi lulusan SMK,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelum diberangkatkan, siswa akan mengikuti pelatihan bahasa selama kurang lebih enam bulan hingga memperoleh sertifikat bahasa sesuai negara tujuan. Kisaran biaya maksimal yang dibutuhkan sekitar Rp15 juta per siswa, yang sudah mencakup pelatihan bahasa secara lengkap.
“Biaya tetap ada sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen siswa. Kalau tidak ada biaya sama sekali, biasanya komitmen menjadi kurang. Namun kami juga sudah menyampaikan kondisi ekonomi orang tua kepada pihak mitra dan berharap ada kebijakan atau keringanan,” jelas Hebner.
Saat ini, pihak sekolah masih melakukan pendataan siswa yang benar-benar berminat mengikuti program kerja luar negeri tersebut. Tahap berikutnya adalah mengundang orang tua untuk pertemuan bersama guna membahas secara detail tawaran kerja, jenis pekerjaan, kesiapan siswa, serta dukungan yang dibutuhkan.
“Kami berharap ada kerja sama yang baik antara siswa, sekolah, dan orang tua. Ibarat tiga batu tungku, semuanya harus bersatu agar anak-anak ini bisa mencapai impian dan harapan mereka, baik yang melanjutkan pendidikan maupun yang memilih bekerja,” pungkas Hebner Dakabesi. **go
