Kupang – Pemerintah Kota Kupang resmi meluncurkan Lomba Kebersihan Antar Kelurahan dengan total hadiah Rp100 juta, hasil kolaborasi bersama Komunitas Beta Bersih (KBB). Launching berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (27/2), dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Satgas Lomba Komunitas Beta Bersih, Irsan Dardana beserta jajaran, para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, kepala perangkat daerah lingkup Pemkot Kupang, serta para camat dan lurah se-Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komunitas Beta Bersih yang dinilai tidak sekadar menyuarakan gagasan, tetapi menghadirkan aksi nyata hingga dukungan materi.
“Mereka tidak bertanya apa yang negara berikan kepada mereka, tetapi apa yang bisa mereka berikan untuk negara. Total hadiah Rp100 juta ini bukan angka kecil. Ini bukti cinta untuk Kota Kupang,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa kota tidak akan maju jika hanya wali kota yang bekerja, melainkan ketika warganya ikut bergerak bersama.
Wali Kota juga mengulas makna filosofis nama “Beta Bersih”. Kata “beta” berarti saya, sebuah refleksi bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri.
“Bukan tunggu pemerintah, bukan tunggu orang lain. Mulai dari beta. Kalau kita mau maju, semua harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar mencari kelurahan paling bersih, tetapi membangun kesadaran kolektif dan budaya peduli lingkungan.
“Ini bukan tentang siapa yang paling bersih, tapi siapa yang paling peduli. Bukan mengejar piala, tetapi membangun budaya. Kita ubah kalimat ‘itu bukan tugas saya’ menjadi ‘ini beta punya tanggung jawab’,” tandasnya.
Ia juga meminta tim juri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan penilaian secara objektif dan adil.
Sementara itu, Ketua Satgas Lomba Komunitas Beta Bersih, Irsan Dardana, menjelaskan bahwa komunitas tersebut lahir dari keresahan melihat tumpukan sampah di berbagai sudut Kota Kupang pasca pelantikan Wali Kota pada Februari 2025.
“Kami sadar kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga warga yang memproduksi sampah itu sendiri. Kami rindu Kota Kupang yang bersih,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam membentuk Satgas Penanganan Sampah, menyusun roadmap, hingga memastikan petugas tetap bekerja bahkan di hari libur.
“Saya pernah tanya ke petugas di lapangan, kapan libur? Jawabnya, kami libur kalau masyarakat stop buang sampah. Artinya hampir tidak ada libur,” ujarnya.
Sebelumnya, KBB telah menggelar aksi “Kupang Bersinar” (Kupang Bersih, Indah, dan Asri) dengan mengerahkan 31 armada dan 3 truk fuso, ditambah 27 armada dari DLHK. Total 55 truk pengangkut sampah diturunkan dalam aksi bersih besar-besaran tersebut.
Untuk lomba kebersihan tahun ini, KBB dan DLHK menyepakati tiga kriteria utama penilaian:
Kebersihan lingkungan (jalan, trotoar, fasilitas umum, lahan kosong, sungai, dan drainase).
Kebersihan tempat pembuangan sementara (TPS).
Kebersihan kantor kelurahan.
Panitia menyiapkan juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3 dengan total hadiah Rp100 juta sebagai motivasi bagi seluruh kelurahan.
Lomba ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional kebersihan sesuai arahan Prabowo Subianto serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang gerakan Indonesia bersih.
Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran kolektif, Pemerintah Kota Kupang berharap gerakan ini menjadi titik balik perubahan budaya, dari abai menjadi peduli, dari menunggu menjadi bergerak. **()
