Scroll untuk melanjutkan membaca
BREAKING NEWS
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • dugaan kehamilan
  • Fernando Soares
  • Gerindra NTT
  • kasus DPRD Alor
  • Maria Mardilana Mutik
  • mekanisme DPRD Alor
  • sanksi partai

Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Kupang — Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi NTT, Fernando Soares, angkat bicara terkait dugaan kasus yang menyeret salah satu anggota DPRD Kabupaten Alor yang dituduh menghamili Maria Mardilana Mutik. Menurut Fernando, partainya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme yang berlaku, baik di jalur hukum maupun di internal DPRD.

“Kita sudah mendengar adanya laporan terkait kasus ini. Dari partai, kami sudah memanggil yang bersangkutan. Namun, kita tetap menunggu proses hukum berjalan. Ini akan kita serahkan kepada mekanisme yang ada di DPRD Kabupaten Alor,” ujar Fernando kepada wartawan.

Fernando juga menegaskan bahwa Partai Gerindra memiliki aturan internal yang tegas terhadap kadernya, terutama jika terbukti melanggar etika atau hukum. “Kalau nanti terbukti benar, partai akan mengambil tindakan tegas sesuai keputusan hukum atau keputusan DPRD, termasuk rekomendasi dari Badan Kehormatan,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa partai akan mengikuti seluruh tahapan, termasuk kemungkinan sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atau Badan Kehormatan DPRD. “Partai akan mengambil tindakan sesuai dengan keputusan yang dijatuhkan kepada beliau,” pungkas Fernando.

Kasus ini mencuat ke publik setelah Maria Mardilana Mutik mengaku telah dihamili oleh oknum anggota DPRD Alor dan melaporkannya ke pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berjalan dan pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. *(go)

Baca Juga
Tag:
  • dugaan kehamilan
  • Fernando Soares
  • Gerindra NTT
  • kasus DPRD Alor
  • Maria Mardilana Mutik
  • mekanisme DPRD Alor
  • sanksi partai
Bagikan:
Berita Terkait
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
Berita Terbaru
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
  • Gerindra NTT Tegaskan Sanksi Menanti Anggota DPRD Alor Jika Terbukti Hamili Maria
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Fraksi PERSATUAN Hanura Setuju Perubahan Bentuk Hukum PT BPD NTT Jadi Perseroda, Tapi Punya Catatan

  • Melki Laka Lena Tegaskan MBG Bukan Sekadar Bantuan, Program Gizi Gratis Dongkrak Ekonomi NTT

  • Dosen Undana Satu-satunya Wakil Indonesia Ikuti Diklat Panas Bumi di New Zealand Slug:

  • Buku “Asa dan Rasa” Diluncurkan, Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma Paparkan Refleksi Kinerja Setahun Bangun NTT

  • Gerindra Setujui Perubahan Status Bank NTT Jadi Perseroda, Target Dividen Rp100 Miliar Disorot

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.