Scroll untuk melanjutkan membaca
BREAKING NEWS
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda

Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Kupang,  MT - Nusa Tenggara Timur – Proses perubahan status cagar alam menjadi taman nasional di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memasuki tahap akhir setelah melalui kajian ilmiah dan berbagai konsultasi dengan masyarakat serta pemerintah daerah. Demikian ir. Arief Mahfud Kepala BBKSDA Provinsi NTT kepada media, Selasa,(04/02/25). 

"Perubahan ini bertujuan untuk mengakomodasi aktivitas masyarakat yang sudah berlangsung lama, seperti pemanfaatan air, wisata, dan pengambilan madu, yang sebelumnya dianggap ilegal dalam kawasan cagar alam," ungkap Arief.

Dijelaskan, sejak tahun 1980-an, kawasan ini telah menjadi perbincangan dalam pengelolaan lingkungan. Pada tahun 2018, tim terpadu yang terdiri dari para ahli dan pemerintah melakukan evaluasi kesesuaian fungsi. 

"Berdasarkan kajian tersebut, Gubernur NTT mengusulkan perubahan status kawasan hutan lindung dan cagar alam menjadi taman nasional," tuturnya.

Dilanjutkan pula, sosialisasi dan dialog dengan masyarakat adat, pemerintah daerah, dan organisasi lingkungan dilakukan sejak 2018 hingga 2019. Dari total 102.000 hektar yang diusulkan, hanya 66.000 hektar yang memenuhi syarat untuk dijadikan taman nasional.

Tanggapan terhadap perubahan ini beragam, kata beliau. Beberapa tokoh adat menyatakan keberatan dan mengaitkan keputusan ini dengan sejarah gempa besar yang terjadi pada tahun 1998. 

"Mereka menilai bahwa perubahan status kawasan harus tetap memperhatikan nilai-nilai adat. Bahkan, ada permintaan untuk menggelar ritual adat guna merespons keputusan ini,"kisahnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah, termasuk Bupati Kupang dan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), telah menyatakan dukungan terhadap perubahan status ini. 

"Mereka menilai bahwa taman nasional akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dengan tetap menjaga fungsi konservasi," tambahnya lagi.

Perubahan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini beraktivitas di dalam kawasan. 

"Aktivitas seperti pengambilan madu, penggembalaan ternak, dan wisata yang sebelumnya dianggap ilegal kini bisa dilegalkan dalam koridor peraturan taman nasional," jelas Kepala BKSDA.

Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa perubahan status ini tetap mempertahankan fungsi konservasi dengan memungkinkan pemanfaatan terbatas untuk kepentingan masyarakat dan pelestarian budaya.

" Infrastruktur seperti jalan akses bagi desa-desa di sekitar kawasan juga akan tetap dipertahankan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih mudah,"ucap Arief.

Perubahan status cagar alam menjadi taman nasional di NTT merupakan langkah yang diambil untuk menyesuaikan regulasi dengan realitas di lapangan. Meskipun masih terdapat perbedaan pendapat, pemerintah memastikan bahwa keputusan ini telah melalui kajian mendalam dan dialog dengan berbagai pihak. 

"Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan implementasi perubahan ini tetap berpihak pada masyarakat lokal serta menjaga keseimbangan antara konservasi dan kepentingan ekonomi warga sekitar," ucap Kepala BBKSDA Provinsi NTT. *(go)

Baca Juga
Bagikan:
Berita Terkait
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
Berita Terbaru
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
  • Perubahan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional di NTT, Masyarakat Adat Beri Tanggapan Beragam
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Fraksi PERSATUAN Hanura Setuju Perubahan Bentuk Hukum PT BPD NTT Jadi Perseroda, Tapi Punya Catatan

  • WFH ASN Kota Kupang Mulai Jumat, Ini Aturannya

  • Melki Laka Lena Tegaskan MBG Bukan Sekadar Bantuan, Program Gizi Gratis Dongkrak Ekonomi NTT

  • Dosen Undana Satu-satunya Wakil Indonesia Ikuti Diklat Panas Bumi di New Zealand Slug:

  • Buku “Asa dan Rasa” Diluncurkan, Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma Paparkan Refleksi Kinerja Setahun Bangun NTT

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.