Kupang, Mutiara Timur – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Nusa Cendana (Undana). Salah satu dosen terbaiknya, Adept Titu Eki, S.T., M.Sc., terpilih sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) panas bumi (geothermal) di New Zealand.
Dosen yang berkiprah di Program Studi Teknik Pertambangan tersebut dinilai memiliki kapasitas akademik, pengalaman riset, serta dedikasi dalam pengembangan ilmu kebumian, sehingga dipercaya mewakili Indonesia dalam forum pelatihan internasional bergengsi tersebut.
Program diklat ini menjadi bagian dari upaya global dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor energi baru terbarukan, khususnya panas bumi. Peserta berasal dari berbagai negara dan dibekali materi komprehensif oleh para ahli dunia di bidang geothermal.
Selama pelatihan, Adept Titu Eki akan mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari eksplorasi sumber daya panas bumi, teknik pengeboran, pengelolaan reservoir, hingga strategi pemanfaatan energi geothermal secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pengembangan panas bumi di New Zealand yang telah maju dan ramah lingkungan.
Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan FST Undana, Noni Banunaek, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa status Undana sebagai satu-satunya wakil Indonesia merupakan bentuk kepercayaan besar dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, sebanyak 20 dosen dari berbagai perguruan tinggi nasional telah mengikuti pelatihan tahap awal di Jakarta dan Bandung. Namun, untuk tahap internasional di New Zealand, kepercayaan tersebut diberikan kepada Undana.
“Hanya Undana yang terpilih mengirimkan dosen untuk program lima minggu ini. Seluruh fasilitas ditanggung oleh Direktorat Panas Bumi. Ini adalah peluang emas sekaligus pengakuan atas potensi Undana dalam pengembangan ilmu kebumian,” ujar Noni, Jumat (10/4/2026).
Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa pengiriman dosen ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM), khususnya untuk mendukung pembukaan Program Studi Teknik Geologi.
Prodi baru tersebut nantinya akan berada di bawah naungan FST Undana dan diproyeksikan menjadi pusat kajian kebumian di kawasan Indonesia Timur.
“Kami sangat berharap sekembalinya Pak Adept dari New Zealand, proses pembukaan Prodi Teknik Geologi dapat segera diakselerasi. NTT memiliki potensi panas bumi yang luar biasa yang membutuhkan tenaga ahli lokal yang kompeten,” tutur Prof. Philiphi.
Pihak kampus menyampaikan bahwa keikutsertaan ini tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga mengharumkan nama Undana dan Indonesia di tingkat internasional.
Lebih jauh, keterlibatan dosen dalam pelatihan ini memperkuat langkah Universitas Nusa Cendana dalam mengembangkan diri sebagai pusat unggulan (center of excellence) di bidang panas bumi di kawasan Indonesia Timur.
Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Wilayah Nusa Tenggara Timur sendiri menyimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Sepulang dari pelatihan, Adept Titu Eki diharapkan dapat mentransfer ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada mahasiswa serta rekan sejawat, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dengan capaian ini, Universitas Nusa Cendana kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang mampu bersaing di tingkat global serta berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor energi terbarukan. **go

