Ikatan Keluarga Besar Riung Kupang Rayakan Natal Bersama Di Aula Biara Claret

Kupang, mutiara -timur // Natal Bersama telah menjadi trend atau membudaya bagi setiap rumpun etnis di tanah rantauan seantero jagat bumi, tempat setiap insan Kristiani berpijak. 

Hal ini pun tak ketinggalan bagi Ikatan Keluarga Besar Riung atau IKBR Kupang.  Tercatat setiap tahun di masa Natal momentum iman peringatan kelahiran Yesus menjadi bagian dari kebersamaan keluarga besar etnis tersebut.

Natal bersama IKBR yang dilaksanakan pada Sabtu, (30/12/23) bertempat di aula Biara Claret Matani Kupang,  tidak sebatas anggota  IKBR, juga dihadiri Ketua IKADA, Sipri Radho Toly, Wakil Ketua Kons Nua serta pengurus IKADA lainnya.

Acara Natal Bersama dikemas dalam perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin  P. Dr. Markus Ture, OCD dan didampingi P.Dr. Bertolomeus Bolong, OCD (senior) dan P. Bertomeus Bolong, OCD (Yunior).

P. Berto Yunior dalam kotbahnya menenekakan Natal sebuah peristiwa inkarnasi Allah menjadi manusia, tinggal berada bersama dengan manusia. Allah Yang Maha tinggi datang merendahkan diri seperti manusia biasa, hidup dan mengalami situasi konkret harian manusia.

Disini menjadi peristiwa solidaritas karena Allah dekat bersama manusia. Manusia dipanggil dengan nama Yesus. 

Yesus datang sebagai manusia tapi Dia adalah Putra Allah, dan karena  itu diagungkan para gembala di Betlehem. Betlehem artinya roti. Roti yang merupakan tempat hidup ternak lembu dan domba, karena terbentang Padang penggembalaan. 

Allah memilih Betlehem itu menjadi tempat  roti hidup, Yesus itu sendiri yang akan memberikan dirinya untuk kehidupan jiwa raga banyak umat manusia di dunia. 

Disinilah Natal merupakan narasi cinta Allah kepada Manusia. Walaupun seribu atau berjuta-juta kali ditolak, Ia tetap mengasihi, diejek Ia tetap mengampuni, dihina Dia tetap memberkati. Itulah Cinta yang lahir dari  jiwa natural.

Yesus  tidak ada doktrin benci membenci, bunuh membunuh. Ajarannya jelas tak ada keinginan untuk  membenci walaupun manusia membenci bahkan menunuh dengan menyalibkannya. Ukuran ajarannya mencintai tanpa ujung, biar dimusuhi sekalipun.

Pater Berto Yunior memberikan semangat kebersamaan agar setiap keluarga Kristiani menempatkan Natal sebagai  gerak peduli terhadap sesasama tanpa pandang buluh, suku, etnis dan golongan. Perlu ada kerbesamaan dengan motivasi yang tulus dan mulus, tak perlu kalkulasi. Selalu ada bersama, tinggal atau duduk bersama dan saling menghargai. Jauhkan egosentris, berpikir primitif tapi bangun sikap proaktif koperatif, seiya sekata dan suarakan secara proaktif untuk kerjasama.

Pada acara ramah tamah Isodorus Lilijawa, Ketua Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua keluarga dan tamu undangan yang hadir.

Isodorus juga menyatakan kesuksesan acara berkat kertelibatan, kontribusi moril maupun materiil semua keluarga dari setiap paguyuban arisan dan Koperasi Kredit KSP Sanai. 

Hendrikus Rindu Sekretaris mewakili Ketua IKBR memberikan apresiasi terhadap kepanitiaan Natal bersama dari Paguyuban Arisan Riung Barat tahun 2023.  Sekaligus disampaikan kepanitian untuk Halal Bihalal Idul Fitri tahun 2024 serta kepanitiaan Natal tahun 2024 dari paguyuba arisan di bawah payung IKBR Kupang.

Heri Rindu menyampaikan Paguyuban arisan Riung di Kupang ada lima, Riung Oebob, Riung Barat, Riung Sikumana, Wangka, dan Nginamanu. Karena itu dalam acara kebersamaan kepanitiaannya dipercayakan secara bergilir setiap tahun.

Sipri Radho Toly, Ketua Ikatan Keluarga Besar Ngada mengucapkan syukur dan terima kasih atas undangan Natal bersama IKBR Kupang.

IKBR Kupang menurut Sipri Radho sebagai bagian dari IKADA. IKADA merupakan wadah organisasi sosial semua etnis diaspora di Kupang dari kebupaten Ngada.

IKADA akan menjadi lebih hidup jika semua etnis dari paguyuban-paguyuban arisan Seiya sekata dan kerjasama yang baik, penuh pengertian untuk kemaslahatan semua anggota keluarga Ngada di Kupang. Demikian ketua IKADA sambil menyandingkan harapannya dengan Kotbah Pater Berto Yunior.

Kata ketua IKADA untuk mencapai kepada hal tersebut ia telah merencanakan program kerjanya. Salah satu programnya adalah mengadakan lokasi rumah masa depan bagi jiwa-jiwa orang IKADA, tanah kuburan. Hal ini karena melihat realita pemakaman pemerintah yang kini terkesan semakin padat.

Ketua IKADA meneruskan lagi selain program tanah dimaksud masih ada program lain seperti bedah rumah dan lainnya untuk anggota IKADA. 

Demi tercapainya program, maka tekad pertama setelah dipercaya sebagai ketua, ia pun memperkuat struktur kepengurusan dengan menempatkan personil IKADA ini berasal dari semua paguyuban termasuk IKBR.

Kedepan Ketua IKADA berniat untuk merajut kerjasama denga semua pihak baik swasta, LSM, eksekutif dan legislatif. Karena itu ia tidak menutup mata, telinga dan mulut selalu mengajak di akhir tahun 2023 dan sesaat lagi 2024 dekat pemilu, warga Ngada di Kota Kupang dan sekitarnya melihat potensi orang Ngada bisa menjadi wakil orang Ngada di Kursi Legislatif baik Kota Kupang maupun Provinsi. Semangat demi kebersamaan inilah Ketua IKADA dengan rendah hati meminta perhatian seluruh warga IKADA Kupang.

Sementara itu Sesepuh IKBR, Frans Dima Lendes menyeruhkan agar orang Riung di Kupang terus membina dan membangun persaudaraan, kekeluargaan dalam wadah IKBR Kupang dan juga IKADA.

Diharapkan, Frans Lendes semua keluarga agar saling peduli, memperhatikan satu sama lain. Perlu memberikan dukungan antar sesama orang Riung Sariwu yang punya potensi berniat baik dalam membangun kesoliditasan sebagai keluarga besar Riung di Kupang dalam pelbagai aspek kehidupan. *(go)







Iklan

Iklan