Bobby Pitoby : Porprov Ajang Cari Bibit Alet NTT Hadapi Pra PON 2023 dan PON 2024

Kupang, mutiara-timur.com//  KETUA Pengurus Daerah Persatuan Renang Seluruh Indonesia NTT,Bobby Pitoby mengatakan dari 19 cabor yang diadakan oleh KONI  itu, ada 12 venue yang digunakan. Salah satunya Pitoby Center ada juga Stadion GOR Oepoi, Aula Ben Boi, Kantor DPD, Rumah Jabatan Walikota untuk wuzu, sedangkan Cabor tinju di Universitas UPG, dan Cabor Voly di Unwira, Undana dll.

"Jadi sebenarnya dari 19 cabor ditentukan oleh Komite Nasional Indonesia dengan menggunakan 12 venue,"kata Bobby.

Menurutnya Porprov  sebenarnya sebagai ajang untuk mencari bibit Pra PON tahun 2023.

"Pada ajang  porprov  ini kita akan cari bibit-bibit juara yang mana akan kita bina untuk persiapan hadapi Pra PON 2023 di Aceh dan Medan,"jelas Bobby.

Selain itu lanjutnya, Proprov sebagai ajang  mencari bibit-bibit baru untuk PON  tahun 2028 yang rencananya akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"PON tahun 2028 di NTT nanti dari sisi waktu sisa 6 tahun saja karena itu atlet-atlet harus mulai dibina dari sekarang,"pungkas Ketua Pengda  PRSI NTT kepada wartawan,Kamis (17/11/2022 usai mendampingi Bunda Julie Laiskodat memantau Cabor Renang dan Baskest di Arena Center Pitoby.

Ia menambahkan Atlet-atlet NTT harus banyak mendapat perhatian seperti pada pekan olahraga Provinsi sekarang.

Renang misalnya kata Bobby "kita perlu mendorong,mendampingi mereka karena berasal dari kondisi daerah yang masih minim sarana prasarana pendukung sehingga dengan demikian kita lihat harus dari sekarang kita persiapkan.

"Jadi Bukan tiba-tiba  saja atlet bisa muncul seperti para atlet renang kita lihat staminanya belum terlalu kuat, karena itu kita perlu mendorong mereka berlatih, untuk berkompetisi yang baik pada PON tahun 2028 di mana NTT sebagai tuan rumah,"tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa  sebagai tuan rumah PON 2028, tidak ada pra kualifikasi lagi. Kita diberi kesempatan merekrut alet-alet berpretasi sebanyak mungkin Itu kehebatan tuan rumah. 

"Jadi kesimpulannya kita diberi kesempatan merekrut atlet sebanyak-banyaknya, tapi yang harus berprestasi supaya bisa mengumpulkan medali-medali di ajang PON,"imbuhnya.

Dalam hal persiapan menjelang pra pon 2024 training camp, menurut Boby itu tergantung dari Pengurus Besar Cabor masing-masing. Sebab training camp ini ada bermacam-macam. Pengurus Besar setiap Cabor itu yang menentukan training camp di kota mana saja. 

Dikatakan,Dari situ baru kita bisa menentukan atlet dari cabor mana berhak mengikuti PON 2024, di Aceh dan Sumatera Utara.

"Rata-rata atlet yang sedang dibina sekarang umur dari 13 sampai 16 tahun.  Karena umur ini yang berprestasi terlihat dari kegiatan pekan olahraga Provinsi selama ini walaupun yang direkrut masa covid  itu dari usia 12 sampai 24 tahun,"sebut Bobby.

Menurut Bobby,Olahraga terukur seperti renang, atlet tidak bisa dinilai berdasarkan wasit atau juri. Karena Olahraga seperti itu secara kualifikasi dari segi waktu sudah ditentukan, jadi butuh kecepatan, kecerdasan atau kemampuan para atlet*(go/tim)

Iklan

Iklan