Dari Desa Oepoli Kupang Hingga Tasinifu TTU “Terbentang Sabuk Merah”



Kupang, mutiara-timur.com // RUAS jalan itu terkenal dengan nama “Sabuk Merah’. Menghubungi wilayah barat, dari Desa Oepoli Kabupaten Kupang hingga Desa Tasinifu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan Panjang sekitar 40 kilo meter lebih yang dianggarkan  pada APBN (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR). Dibangun sejak tahun2019/ 2020. Alasan pembangunan jalan ini karena diskresi khusus jalan perbatasan presiden sesuai Inpres 01 tahun 2021 tentang percepatan penuntasan.

Sejak itu masyarakat Daerah Perbatasan Timor Barat Indonesia dengan Timor Leste (RDTL), khusus jalur lintas Utara Pulau Timor yang  dimulai dari wilayah Napan Kabupaten TTU hingga Kabupaten Kupang, boleh bernafas lega dan mulai merasa merdeka setelah Kementerian PUPR menunaikan tugas negara meretas isolasi sarana prasarana transportasi dengan membangun jalur jalan.

Yastinus Lape Naif, SE, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten TTU Fraksi Partai Hanura

Yastinus Lape Naif, SE, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten TTU Fraksi Partai Hanura yang ditemui belum lama ini memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi yang telah “Memproduksi” program sabuk merah yang sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka isolasi daerah khususnya jalan Kabupaten.

"Saya harus jujur mengatakan program “Sabuk Merah” Presiden Jokowi ini sangat membantu penanganan infrastruktur jalan terutama jalan yang menghubungkan satu kabupaten dengan kabupaten yang lain.  Jika berharap penanganan infrastruktur jalan menggunakan APBD maka membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu sebagai wakil rakyat, saya memberikan apresiasi. Program ini sangat bermanfaat," tutur Sintus Lape.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN ) NTT Agustinus Junianto,S.T, M.T melalui David Samosir selaku  Ketua Satker BPJN  Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah NTT II, pada hari Jumat, (7/10/2022) kepada media ini di ruang kerjanya,  mengatakan, operasional kegiatan Pekerjaan Pembangunan jalan Nunpo (Haumeni ana) - Inbate-Napan Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Panjang efektif 25, 34 kilo meter dengan total dana Rp. 190.531.157.620 bersumber dari SBSN sudah dimulai sejak Tahun 2021. 


David Samosir selaku  Ketua Satker BPJN  Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah NTT II

“Tahun 2021 kita mulai kerja dari wilayah Napan (TTU) dengan Paket Pekerjaan Pembangunan jalan Nunpo (Haumeni ana) - Inbate-Napan Kabupaten TTU dengan Panjang efektif 25, 34 km, total dana Rp. 190.5 Milyar, sumber dana SBSN  2020,” ujar David Samosir.  

Sesuai Kontrak Kerjasama Operasional (KSO)  dengan PT. Batara Jaya – Lestari, Paket Pekerjaan Pembangunan jalan Nunpo ini dikerjakan selama 468 hari kalender dan direncanakan selesai dimana bulan Desember Mendatang, sedangkan Nunpo untuk paket pembangunan jalan In Bate- Napan yang sudah dikerjakan sejak tahun lalu akan berakhir 31 Maret 2023 dengan total panjang 25 Km  dan saat ini (September –red) progress fisiknya sudah mencapai 66 %. 

David Samosir mengatakan sebelum pekerjaan ini dimulai dari Napan kearah Nunpo– Oenaek (Barat- ke Timur) tahun 2021 lalu,  pihaknya  berkoordinasi dengan Pemkab TTU untuk menyiapkan lahan  sebelum dilelang dan dikontrakkan. 

“ Syukurlah, Pemkab setempat sangat mendukung.Terimakasih kepada Pemkab yang telah memberikan kontribusi program ini dapat dilaksanakan. Kami terus meminta dukungan sehingga tidak ada kendala terkait penuntasan pengerjaanya baik itu politis maupun public. Biarlah kami dapat bekerja dan difasilitasi oleh pemerintah setempat," harap David.

David Samosir juga mengatakan, setidaknya terdapat juga 1 (satu) paket proyek yang saat ini sedang dalam pelaksanaan selama 2 bulan dimana target penyelesaian pengerjaan di bulan Maret 2024 dengan panjang 34, 32 km. 

Menurut David, pengerjaan 1 paket poyek sepanjang 34,32 km dengan anggaran sebesar 245,7 Milyar. *(Eshy)

Iklan

Iklan