Mantan Bupati Sumba Timur dan Keluarga Sumba Pererat Silaturahmi Dengan Keluarga Sikka di Kupang

Mutiara-timur.com, Kupang // "MEMBANGUN Perteman dengan seribu orang itu mudah, tapi untuk menjadi tetap langgeng itu tidak mudah. Sebab ketika bermasalah banyak teman akan meninggalkan yang bermasalah," demikian ungkap Ignatius Conterius selaku  tetua Sikka dari Maumere di Kota Kupang pada acara tersebut.

Peristiwa silaturahim Mantan Bupati Sumba Timur, Bapak Gideon bersama para Pejabat Sumba dan keluarga besar Sumba di Kota Kupang ke Keluarga Kabupaten Sikka, Maumere Kupang itu terlaksana pada Sabtu, (10/9/22) bertempat di kediaman rumah bapak Marianus Yancelinus, SE, MM, Jl. Hati Mulia, Oebobo.

Kedatangan mantan Bupati Sumba Timur bersama rombongan disambut dengan meriah, melalui serimonial adat dan tarian hegong, disapa dengan tutur adat daerah Sikka dan diterima dengan pemberian sarung Sikka kepada keluarga Sumba sebagai tanda ikatan kedekatan, kebatinan Sumba, Sikka-Maumere di Kota Kupang. 

Acara demi acara pada Sabtu malam itu pun dilalui. Ungkapan hati antara dua suku terkumandang sebagai satu kesatuan keluarga Tana Humba dan Nian(g) Tana Sikka-Alok pun teretas kental.

Pertemanan sampai pada bangunan sebuah komunitas hubungan kekeluargaan menjadi tabir sejarah baru. Semangat yang dirintisnya perlu jadi rujukan bagi setiap orang yang ingin bangun pertemanan tanpa sekat, sebagai bentuk perwujudan nilai persaudaraan.

Karena itu tidak heran jika bapak Ignatius Conterius dalam ungkapan hatinya terlontar kalimat, "membangun Pertemanan dengan seribu orang itu mudah, tapi untuk menjadi tetap langgeng itu tidak mudah. Sebab ketika bermasalah banyak teman akan meninggalkan yang bermasalah."

Ignatius salah satu sesepuh Perhimpunan Keluarga Besar Maumere di Kupang juga memuji, Gideon seorang pemimpin yang menjadi panutan dalam mengkaderisasi stafnya menjadi orang nomor satu pada bilangan birokrasi Aparatur Negeri Sipil, Umbu Waran Domu sebagai Sekda Provinsi NTT saat ini.

"Bapak Gideon seorang bupati luar biasa, satu satunya baru terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur, seorang pemimpin yang menyiapkan dan mendukung stafnya untuk menjadi Sekda pada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Patut menjadi contoh bagi pemimpin lainnya. Dan karena itu kami warga Sikka di Kupang mendukung dan mendoakan  Pak Sekda NTT, agar  beliau sukses dalam mengadministrasikan seluruh kebijakan bapak Gubernur, baik di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sehingga terwujud visi gntt, NTT bangkit NTT sejahtera," ujar penasehat arisan Gereja Tua Sikka Kupang.

Gideon yang didampingin isteri tercinta dan keluarga besar Sumba pada saat mengungkapkan hatinya, beliau mengucapkan terimakasih atas relasi kedekatan yang dirajutnya selama ini. 

Kedatangannya sebagai bentuk rasa  empati keterpanggilannya agar terus dan tetap  mengakrabkan diri dengan keluarga kabupaten Sikka - Maumere di Kota Kupang. Ia datang ingin bertemu dengan semua rumpun keluarga Maumere.

" Saya mengucapkan syukur dan terimakasih kepada keluarga Sikka Maumere di Kota Kupang. Saya datang bersama isteri dari keluarga besar Sumba, saya ingin bertemu dengan keluarga Sikka- Maumere dan saya datang ingin mengulangi lagi peristiwa 17 Pebruari 2016 di tempat kediaman ini.   Ketika saya dilantik menjadi Bupati Sumba Timur dan perayaan ucapan syukur saya lakukan di sini. Ketika usai saya dilantik, gubernur Alm. Frans Lebu Raya sempat mengatakan ke saya, kamu syukurannya di kediaman seorang staf gubernur, saya jawab ya, dia adik saya. Gubernur Frans pun hadir malam syukuran itu, karena itu saya kembali datang ke sini untung mengcapkan syukur dan terimakasih serta tetap mempererat kekeluargaan dengan keluarga kabupaten Sikka- Maumere di Kupang ini, " demikian ungkap Mantan Bupati Sumba Timur.

Acara silaturahmi yang penuh dengan suasana kerileksan malam itu turut hadir beberapa tokoh penting seperti Sekda NTT, Umbu Domu Warandoy, SH, MSi; Refafi Gah, Anggota DPRD;  Dr. Thomas Langoday, Mantan Bupati Lembata;  Theo da Cuhna, Mantan Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Maumere Kupang, dan pejabat penting lainnya. Acara ini dilengkapi dengan resepsi bersama antara kedua keluarga besar dan ditutup dengan acara bebas penuh suka cita.*(go)




Iklan

Iklan