Demo Mahasiswa: Warga Sikka Terserang Virus DBD Mematikan, DPRD NTT Tidur


Kupang, mutiaratimur.net

Hari ini, Rabu(11/03) sekelompok Mahasiswa asal Nian(g) Sikka tana Alok melakukan demo di depan Kantor DPRD NTT. Dalam orasinya mereka menggambarkan tentang situasi Kabupaten Sikka yang terjadi saat kini dan sikap DPRD NTT maupun Pemerintah yang kurang responsif terhadap virus DBD yang menjadi ancaman berat bagi warga Kabupaten Sikka. Data terupdate virus DBD telah merenggut 13 nyawa dan 1.190 orang terinfeksi kasus virus tersebut.

Menurut mahasiswa warga Sikka adalah warga negara Indonesia, warga dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagai manusia, warga Sikka mempunya hak asasi, hak menikmati hidup yang sehat dan layak.  Untuk hidup sehat dan layak selain usaha dari diri sendiri dalam keluarga tapi juga harus mendapat perhatian dari para Pejabat publik. DPRD NTT dan Pemerintah Provinsi perlu ikut campurtangan terhadap kehidupan rakyatnya di Sikka.

Orasi mahasiswa Sikka di Kupang saat demo, memberi pesan tidak responnya wakil rakyat, DPRD NTT ataupun Pemerintah akan serangan virus DBD yang menimpah warga kabupaten Sikka. Mereka melihat DPRD NTT lebih banyak diam dan tidur atau berusaha melupakan Virus DBD.

DPRD NTT maupun Pemerintah lebih fokus perhatian pada virus Corona/Covid.19 daripada DBD.
Padahal menurut mahasiswa di NTT tidak  ada virus Corona. Mahasiswa merasa prihatin dengan ketidakpedulian para legilator NTT. Mahasiswa berpendapat, warga Sikka telah berkontribusi dengan para wakil rakyat dan pemerintah. Kehadiran wakil rakyat karena dipilih oleh rakyat, rakyat telah memilih karena ditawari dengan janji-janji politiknya. Jadi sekarang ketika rakyat diperhadapkan dengan masalah yang mengancam dan  mencabut nyawa oleh virus DBD tidak boleh dewan dan Pemerintah NTT diam saja.

Kelompok mahasiswa yang berdemo juga merasa kecewa dengan kehadiran tuntutan mereka tak ada ketua atau wakil atau satu anggota dewan yang hadir mendengarkan aspirasi rakyat Sikka melalui mereka.

Padahal  tiga hari sebelumnya surat dari mereka telah mereka sampaikan ke DPRD NTT untuk menyampaikan maksud kehadiran mereka.

Kelompok mahasiswa yang melakukan aksi tersebut hanya disaksikan oleh pihak kesekretariatan atau para pegawai sekretariat dewan Provinsi NTT,  Kepolisian daerah NTT, Pol PP dan para awak media.***

Iklan

Iklan