MAUMERE MUTIARA TIMUR—Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka bersama PMI Kota Makassar menggelar pelayanan kesehatan gratis melalui Mobil Clinic di Desa Mahetana, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 27 Oktober 2026. Sebanyak 55 warga menerima pelayanan kesehatan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya PMI mendekatkan akses layanan medis kepada masyarakat pedesaan.
Dari total penerima manfaat, 18 orang merupakan laki-laki dan 37 lainnya perempuan. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lanjut usia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi kasus yang paling banyak ditemukan, yakni 14 orang. Osteoartritis tercatat pada delapan orang, sedangkan hipertensi ditemukan pada lima orang. Selain itu, terdapat keluhan myalgia atau nyeri otot dan arthralgia atau nyeri sendi, masing-masing sebanyak tiga orang, serta sejumlah kondisi kesehatan lain yang memerlukan penanganan sesuai hasil pemeriksaan.
Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Bencana (Korlap TDB) PMI Kabupaten Sikka, Aryo Adhityo, mengatakan pelayanan Mobil Clinic merupakan bentuk komitmen PMI untuk hadir di tengah masyarakat dan menjangkau warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
“PMI berupaya memastikan bahwa pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa. Melalui Mobil Clinic, kami ingin membantu masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan penanganan awal sesuai kebutuhan, sekaligus melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan kesehatan warga di lapangan,” ujar Adhityo.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama PMI Kabupaten Sikka dan PMI Kota Makassar. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat di Kabupaten Sikka.
Adhityo berharap pelayanan kesehatan serupa dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan serta penanganan dini terhadap berbagai keluhan medis.
PMI Kabupaten Sikka juga menyampaikan terima kasih kepada PMI Kota Makassar, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, dan masyarakat Desa Mahetana yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Di balik apresiasi terhadap pelayanan kesehatan gratis itu, Penjabat Kepala Desa Mahetana, Hilarius Keytimu, menyoroti kebutuhan transportasi kesehatan bagi warga, terutama ketika menghadapi keadaan darurat medis.
Hilarius mengaku prihatin atas peristiwa yang dialami seorang warga Desa Mahetana pada pekan sebelumnya. Menurut dia, warga tersebut mengalami sakit parah dan meninggal dunia ketika berada di atas mobil pick up. Ia mengaitkan peristiwa itu dengan keterbatasan fasilitas transportasi kesehatan dan kebutuhan penanganan medis yang cepat.
Sebagai pimpinan wilayah, Hilarius berharap PMI dapat membantu masyarakat dalam menghadirkan fasilitas transportasi kesehatan, seperti ambulans atau kendaraan layanan kesehatan, agar warga yang membutuhkan pertolongan segera memiliki akses menuju fasilitas medis.
“Saya sangat prihatin dengan kejadian yang dialami salah satu warga Desa Mahetana. Karena itu, saya berharap PMI sebagai lembaga kemanusiaan dapat membantu kami menghadirkan fasilitas transportasi kesehatan bagi warga desa,” ujar Hilarius.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Sikka, khususnya Dinas Kesehatan, Puskesmas Habibola, dan puskesmas terdekat, agar merespons kebutuhan transportasi kesehatan masyarakat secara cepat. Menurut dia, situasi darurat harus didukung sarana transportasi dan pelayanan kesehatan yang memadai sehingga pasien dapat segera dibawa untuk memperoleh penanganan medis.
Meski menyampaikan harapan tersebut, Hilarius mengapresiasi kunjungan dan pelayanan kesehatan gratis yang diberikan PMI kepada masyarakat Mahetana. Ia menyebut kegiatan pada Selasa, 27 Oktober 2026, itu turut dihadiri camat beserta jajaran pemerintah kecamatan.
“Atas nama Pemerintah Desa Mahetana dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada PMI atas kunjungan dan pelayanan kesehatan yang begitu baik serta penuh semangat bagi warga kami. Semoga kunjungan seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.
Hilarius juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan tim PMI, termasuk sikap atau tindakan pemerintah desa dan masyarakat yang mungkin kurang berkenan.
Ia berharap kerja sama antara PMI, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan pemerintah desa dapat terus diperkuat. Dengan demikian, pelayanan kesehatan tidak hanya hadir melalui pemeriksaan langsung di desa, tetapi juga didukung kesiapan transportasi dan respons cepat ketika warga menghadapi keadaan darurat medis. ***ah

