KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM — Perumda Air Minum Kota Kupang menunjukkan akselerasi dalam memperluas akses layanan air bersih kepada masyarakat. Hingga September 2026, sebanyak 1.586 sambungan rumah (SR) telah terealisasi dari target 2.013 SR sepanjang tahun ini.
Capaian tersebut setara sekitar 79 persen dari target, menyisakan sekitar 21 persen yang masih harus dikejar hingga akhir tahun. Manajemen Perumda Air Minum Kota Kupang memastikan sisa target tersebut akan dikejar melalui sejumlah langkah yang telah disiapkan.
Hal itu disampaikan dalam press conference Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (29/9/2026), di Aula Perumda Air Minum Kota Kupang. Paparan disampaikan jajaran manajemen, termasuk Kepala Bagian Hubungan Langganan, Ferdi Jermias, S.H., M.H., mewakili Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa, S.Fil., M.M.
Ferdi menjelaskan, sepanjang periode Oktober 2025 hingga September 2026 terdapat penambahan sekitar 2.017 unit sambungan rumah. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan capaian pada periode sebelumnya.
Untuk melihat akselerasi tersebut, manajemen membandingkan capaian 2026 dengan tahun 2025. Pada 2025, dalam periode 12 bulan, pemasangan sambungan rumah berada di angka sekitar 1.359 unit. Sementara pada 2026, hanya dalam sembilan bulan telah mencapai sekitar 1.586 unit.
“Artinya ketika dibandingkan 12 bulan dan sembilan bulan, itu sudah menunjukkan akselerasi penambahan sambungan rumah semakin baik,” demikian inti paparan manajemen Perumda Air Minum Kota Kupang.
Promo Rp1,5 Juta Jadi Strategi Perluasan Pelanggan
Salah satu strategi yang dilakukan untuk mengejar target tersebut adalah program promo pemasangan sambungan baru.
Perumda Air Minum Kota Kupang memangkas biaya pemasangan baru dari sebelumnya sekitar Rp2,5 juta menjadi Rp1,5 juta. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi upaya memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses jaringan air bersih.
Menariknya, program tersebut juga memberikan skema uang muka yang relatif ringan. Manajemen mengakui bahwa besaran uang muka tersebut secara matematis belum sepenuhnya menutup kebutuhan reproduksi atau pembelian material.
Namun, kebijakan tersebut sengaja diambil sebagai bentuk keberanian perusahaan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.
Sepanjang pelaksanaan program, tercatat sekitar 880 calon peminat yang menyatakan ketertarikan. Sebagian bahkan berada di lokasi yang belum memiliki jaringan Perumda Air Minum.
Dari jumlah tersebut, sekitar 680 calon pelanggan berhasil ditindaklanjuti atau terealisasi, dengan tingkat konversi sekitar 77 persen. Sementara pembayaran biaya perusahaan tercatat sekitar 475 unit.
Pengaduan Ditangani, Respons 1x24 Jam Didorong
Selain mengejar penambahan pelanggan, Perumda Air Minum Kota Kupang juga melakukan pembenahan dari sisi pelayanan.
Sepanjang periode tersebut tercatat 1.327 pengaduan yang masuk dan berhasil ditindaklanjuti. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.284 pengaduan dapat diselesaikan, atau mencapai sekitar 97 persen.
Manajemen menerapkan pola respons cepat dengan target penanganan awal dalam waktu 1x24 jam.
Sekitar tiga persen pengaduan lainnya belum dapat diselesaikan secara cepat karena berkaitan dengan persoalan teknis tertentu yang membutuhkan waktu penanganan lebih panjang.
Penggantian Meter Air Dipercepat
Perbaikan layanan juga dilakukan melalui optimalisasi penggantian meter air pelanggan.
Jika sebelumnya penggantian meter berada pada angka yang relatif rendah, dalam periode setahun terakhir rata-rata telah mencapai sekitar 73 unit per bulan.
Untuk mempercepat proses tersebut, Perumda Air Minum Kota Kupang akan membentuk tim khusus penggantian meter.
Langkah ini dinilai penting bukan hanya dari sisi pelayanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan aspek keuangan perusahaan. Meter yang akurat akan menentukan volume pemakaian yang tercatat sekaligus membangun kepercayaan pelanggan.
Perumda Air Minum juga mulai mengoptimalkan penggunaan water meter tester untuk memastikan tingkat akurasi meter pelanggan.
Sejak 29 Agustus hingga 22 September 2026, sebanyak 35 unit meter telah diperiksa. Pemeriksaan akan terus dilanjutkan dan apabila ditemukan meter yang tidak akurat, maka akan dilakukan penggantian.
Tujuh Kerja Sama Perumahan, Swasta hingga Institusi Pendidikan
Di sisi lain, perluasan cakupan pelayanan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Manajemen memaparkan sejumlah kerja sama strategis dengan pengembang perumahan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan penyerahan jaringan atau aset untuk mendukung pelayanan air minum kepada penghuni kawasan perumahan.
Selain sektor perumahan, kolaborasi juga dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, antara lain Undana, Politeknik, IAKN, Universitas San Pedro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, hingga SMK Negeri 1 Kupang.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, penelitian, edukasi, serta pengelolaan air.
Gandeng NGO Perkuat Pengelolaan Air di Desa
Perumda Air Minum Kota Kupang juga memperluas kerja sama dengan organisasi nonpemerintah.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Yayasan Plan International, termasuk dukungan dalam penguatan pengelolaan sumber daya air.
Selain itu terdapat kerja sama dengan Yayasan Solacega yang diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan air di tingkat desa.
Dalam paparan disebutkan, terdapat sekitar 21 desa di 22 lokasi yang menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa kolaborasi Perumda Air Minum tidak hanya berorientasi pada pelayanan pelanggan di dalam wilayah Kota Kupang, tetapi juga mulai diarahkan pada penguatan kapasitas pengelolaan air di masyarakat.
Indeks Kepuasan Pelanggan Naik
Dari sisi kualitas pelayanan, manajemen juga mencatat adanya peningkatan indeks kepuasan pelanggan.
Indeks yang sebelumnya berada pada angka 77,77 meningkat menjadi 82,54, atau bertambah sekitar 5,25 poin.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembenahan layanan mulai dirasakan oleh pelanggan.
Perumda Air Minum Kota Kupang juga kembali menghidupkan website resmi perusahaan pada awal 2026 setelah situs sebelumnya tidak lagi aktif.
Kehadiran website tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi dan komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan.
Direktur Dorong Perubahan dari Dalam Perusahaan
Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen di bawah kepemimpinan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa, untuk membangun budaya kerja yang lebih responsif dan berorientasi pelayanan.
Tidak hanya mengejar angka penambahan pelanggan, manajemen juga menempatkan akurasi meter, kecepatan penanganan pengaduan, kepuasan pelanggan, penguatan SDM, kolaborasi, hingga kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pembenahan perusahaan.
Dengan capaian 1.586 sambungan rumah atau sekitar 79 persen dari target 2.013 SR hingga September 2026, tantangan berikutnya adalah menyelesaikan sisa sekitar 21 persen target.
Bagi Perumda Air Minum Kota Kupang, angka tersebut bukan sekadar target bisnis. Penambahan sambungan rumah berarti semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap layanan air perpipaan.
Karena itu, akselerasi yang dibangun dalam sembilan bulan terakhir akan menjadi salah satu ukuran penting untuk melihat sejauh mana transformasi pelayanan air minum di Kota Kupang benar-benar bergerak dari angka di atas kertas menjadi layanan yang dirasakan masyarakat. **usgo

