SIKKA, MUTIARA TIMUR — Ketika bak penampungan air hujan retak dan pecah, kemarau panjang membuat warga Dusun Dobo, Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, semakin sulit mendapatkan air bersih. Bantuan pun datang, tetapi untuk mencapainya warga harus memikulnya melewati jalan terjal menuju permukiman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian sejumlah donatur yang kembali menyalurkan bantuan ke Dobo. Bantuan dikoordinasikan Mikel Hertanto Sastero bersama delapan relawan.
Mikel mengatakan, dirinya mengetahui kondisi warga Dobo setelah membaca pemberitaan di media mengenai kesulitan air bersih yang dialami warga. Informasi tersebut kemudian mendorongnya bersama para donatur untuk memberikan bantuan yang dinilai paling dibutuhkan warga saat ini.
“Air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak karena banyak bak penampungan warga mengalami kerusakan. Kondisi itu diperparah kemarau yang berkepanjangan,” ujar Mikel.
Bantuan kali ini berupa dua tandon air Profil Tank berkapasitas masing-masing 2.300 liter, lengkap dengan kran. Tim juga membawa mobil tangki berisi 5.000 liter air untuk mengisi kedua tandon tersebut sebagai persediaan darurat warga.
Mikel mengatakan bantuan itu merupakan bagian dari kepedulian enam pihak, yakni Buddhist Education Centre Surabaya, Yayasan Ichlas Bhakti Surabaya, Metta School Surabaya, Longevitology Surabaya, PT WIP Sepatu Trekkers, dan Jaylan Kai Lim “Osella” Jakarta.
Selain air dan tandon, bantuan berupa beras, mi instan, susu bubuk Dancow 750 gram untuk anak-anak, susu UHT, serta susu khusus ibu hamil. Warga juga menerima sandal dan sepatu Trekkers baru, sementara remaja dan para mama mendapatkan pakaian serta celana baru merek Osella.
Keceriaan anak-anak terlihat ketika mereka membuka kotak sepatu dan langsung mencobanya. Pembagian pakaian dan sandal juga disambut antusias para remaja dan mama.
Namun, bagian paling berat dari penyaluran bantuan justru terjadi sebelum barang sampai ke rumah warga.
Kendaraan belum dapat mencapai permukiman di bagian atas kampung. Armada hanya bisa berhenti sekitar 250 meter dari lokasi. Dari titik itu, bantuan harus dipikul dan dibawa berjalan kaki melalui jalan yang menanjak.
Mikel mengapresiasi warga yang dipimpin Kepala Dusun karena ikut mengangkut seluruh bantuan dari bawah hingga ke permukiman.
“Ini perjuangan yang tidak mudah. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada warga yang langsung membantu memobilisasi bantuan dengan cara dipikul sampai ke rumah-rumah warga,” kata Mikel.
Kebutuhan warga tidak berhenti pada air dan pangan. Tim juga membawa sejumlah tenda privasi, terutama untuk keluarga Sergius yang hingga kini masih beristirahat di kawasan kuburan leluhur.
Mikel berharap tenda tersebut dapat memberi ruang istirahat yang lebih nyaman bagi keluarga tersebut. Di lokasi, relawan juga mengajarkan warga cara mendirikan tenda secara instan. Dalam praktiknya, tenda dapat berdiri sekitar satu menit dan siap digunakan.
Bagi Mikel, penyaluran bantuan ke Dobo bukan sekadar membawa barang dari luar kampung. Medan yang sulit justru memperlihatkan bagaimana warga ikut menjadi bagian dari proses kemanusiaan.
Di tengah kemarau panjang dan rusaknya tempat penampungan, dua tandon baru dan pasokan awal 5.000 liter air setidaknya menjadi penyangga sementara bagi kebutuhan dasar warga Dobo.
Namun persoalan air di Dobo belum selesai. Ketika hujan tak kunjung datang dan tempat penampungan terus rusak, kebutuhan air bersih tetap menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Ketua BPD Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Dobo.
“Atas nama masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas perhatian dan kepedulian Koko Mikel bersama keluarga serta para donatur kepada kami. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan air bersih dan kebutuhan sehari-hari. Kami merasa tidak sendiri karena masih ada pihak yang peduli dengan kondisi kami,” ujarnya.
Sementara Ketua RW Dusun Dobo, Sergius Moa, mewakili seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi yang mendalam.
“Pesan kami keluarga Kampung Dobo, mengucapkan terima kasih banyak kepada Koko Mikel bersama keluarga serta anak buahnya yang telah berkorban untuk mengunjungi kami dan membawa bantuan sembako dan tandon serta air minum bersih satu tangki bagi keluarga Dobo terdampak gempa tanggal 15 Agustus lalu,” ujar Sergius Moa kepada media ini.
Menurut Sergius, bantuan tersebut sangat membantu warga yang hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi pascagempa. Keterbatasan air bersih menjadi persoalan utama warga, sehingga kehadiran tandon dan satu tangki air bersih menjadi bantuan yang paling dibutuhkan.
“Kami sangat terbantu. Air bersih dan sembako ini menyelamatkan kami. Semoga kebaikan Koko Mikel sekeluarga dan enam donatur dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan rezeki yang berlimpah,” tambahnya. ***ah



