KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM – Kinerja Perumda Air Minum Kota Kupang menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Setelah pada 2025 masuk kategori sehat dengan nilai kinerja 2,88, hasil penilaian mandiri hingga semester pertama 2026 kembali meningkat menjadi 2,90.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Air Minum Kota Kupang, Marius Robert Seran, SE, MM, dalam Press Conference bertajuk evaluasi kinerja perusahaan yang berlangsung di Aula Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (29/9/2026).
Marius menjelaskan, penilaian kinerja Perumda Air Minum dilakukan berdasarkan sejumlah parameter dan aspek yang telah ditentukan, termasuk parameter yang digunakan dalam penilaian kesehatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum.
Menurutnya, terdapat tiga kategori dalam penilaian kinerja. Perusahaan masuk kategori sakit apabila nilai kinerjanya berada di bawah 2,2. Kategori kurang sehat berada pada nilai 2,2 hingga 2,8, sedangkan nilai di atas 2,8 masuk dalam kategori sehat.
“Di tahun 2025, berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang kami lakukan dan divalidasi oleh BPKP, Perumda Air Minum Kota Kupang berada pada kategori sehat dengan nilai kinerja 2,88,” jelas Marius.
Sementara untuk semester pertama 2026, penilaian yang dilakukan masih berupa self assessment atau penilaian mandiri. Validasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan dilakukan kemudian.
Meski demikian, hasil sementara tersebut menunjukkan adanya peningkatan. Nilai kinerja Perumda Air Minum Kota Kupang pada semester pertama 2026 mencapai 2,90, atau meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Empat Aspek Jadi Ukuran Kinerja
Marius mengatakan, terdapat empat aspek utama yang menjadi parameter dalam mengukur tingkat kesehatan dan kinerja Perumda Air Minum Kota Kupang.
Keempat aspek tersebut yakni aspek keuangan, pelayanan, operasional, serta sumber daya manusia (SDM).
Dari sisi keuangan, terdapat peningkatan capaian yang cukup signifikan. Pada 2025, aspek keuangan berada pada nilai sekitar 83, sementara hingga semester pertama 2026 meningkat menjadi sekitar 92.
“Untuk kinerja keuangan sebagai aspek yang sangat menentukan aktivitas operasional kita, di tahun 2025 kita mendapatkan nilai 83 dan sampai dengan semester pertama tahun 2026 kita ada di nilai 92,” ungkapnya.
Sedangkan aspek pelayanan pada semester pertama 2026 tercatat sekitar 45. Marius menjelaskan, angka tersebut belum menggambarkan capaian sepanjang tahun karena sejumlah indikator pelayanan masih dihitung berdasarkan capaian satu semester.
Salah satu parameter yang sangat berpengaruh dalam aspek pelayanan adalah penambahan jumlah pelanggan atau sambungan rumah (SR).
Karena itu, ia optimistis capaian aspek pelayanan masih dapat mengalami peningkatan pada akhir 2026, seiring dengan pertumbuhan pelanggan yang cukup signifikan.
Jumlah Pelanggan Tembus 19.195 SR
Pertumbuhan pelanggan menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian khusus dalam evaluasi kinerja Perumda Air Minum Kota Kupang.
Marius menyebut, jumlah sambungan rumah pada 2025 tercatat sebanyak 17.991 SR. Hingga Agustus 2026, jumlah tersebut telah meningkat menjadi 19.195 SR.
Artinya, terjadi penambahan lebih dari 1.200 sambungan rumah dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
“Penambahan cukup signifikan, di atas 1.000 SR per tahun itu luar biasa. Karena selama ini kita paling sekitar 390, itu pun kalau ada penambahan dari PUPR, baik Kota Kupang maupun Provinsi NTT, baru bisa kita eksplorasi,” katanya.
Menurut Marius, peningkatan tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam kemampuan perusahaan memperluas pelayanan kepada masyarakat.
Laba Berbalik Positif
Perubahan positif juga terlihat dari sisi keuangan perusahaan.
Marius menyampaikan, sepanjang 2025 Perumda Air Minum Kota Kupang masih mencatatkan kerugian sekitar Rp25 juta.
Namun, hingga Agustus 2026, kondisi tersebut berbalik. Perusahaan telah membukukan laba lebih dari Rp150 juta.
“Kalau kita lihat tahun 2025 sampai dengan akhir tahun kita mencatatkan rugi sekitar Rp25 juta. Sedangkan sampai dengan Agustus 2026, kita sudah ada di laba Rp150 juta lebih,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan kinerja keuangan memiliki hubungan langsung dengan kemampuan perusahaan menjalankan kegiatan operasional dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Semakin kuat kondisi keuangan perusahaan, kata Marius, semakin besar pula kemampuan Perumda Air Minum dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
Arus Kas Naik Hampir Tiga Kali Lipat
Indikator lain yang menunjukkan perbaikan adalah arus kas bersih perusahaan.
Pada 2025, arus kas bersih Perumda Air Minum Kota Kupang tercatat sekitar Rp388 juta.
Sementara hingga Agustus 2026, angka tersebut telah meningkat menjadi sekitar Rp1,058 miliar.
“Di tahun 2025 arus kas bersih kita hanya ada di Rp388 juta. Tetapi di tahun 2026 sampai Agustus kita sudah ada di Rp1,058 miliar. Artinya kemampuan kita untuk memperbaiki pelayanan semakin kuat,” jelas Marius.
Kenaikan tersebut dinilai menjadi salah satu indikator penting bahwa perusahaan mulai memiliki ruang yang lebih kuat untuk mendukung kegiatan operasional dan peningkatan pelayanan.
Jam Layanan Naik dari 11 Menjadi 16 Jam
Tidak hanya dari sisi keuangan dan jumlah pelanggan, peningkatan juga terjadi pada aspek operasional.
Marius menyebut, berdasarkan evaluasi kinerja 2025, jumlah jam layanan Perumda Air Minum Kota Kupang berada pada angka sekitar 11 jam per hari.
Sementara pada 2026, jam layanan telah meningkat menjadi sekitar 16 jam per hari.
“Kalau kinerja tahun 2025, jumlah jam layanan kita ada di 11 jam. Sedangkan sekarang ini kita sudah ada di 16 jam layanan,” katanya.
Peningkatan jam layanan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dari upaya perusahaan memperbaiki kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan air minum kepada masyarakat Kota Kupang.
Evaluasi Akan Dilakukan Secara Menyeluruh
Marius menegaskan, seluruh capaian yang telah disampaikan masing-masing bagian di lingkungan Perumda Air Minum Kota Kupang masih akan dievaluasi secara menyeluruh.
Evaluasi dilakukan secara normatif berdasarkan ketentuan dan parameter yang berlaku, termasuk untuk memastikan seluruh capaian dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menjelaskan, kebijakan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilidjawa, S.Fil., MM, diterjemahkan oleh masing-masing kepala bagian dalam pelaksanaan kegiatan operasional sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Karena itu, capaian perusahaan selama satu tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang.
“Ini semua adalah bagian dari upaya Perumda Air Minum Kota Kupang selama satu tahun, bentuk kebijakan Direktur yang diterjemahkan oleh teman-teman kepala bagian dalam melaksanakan aktivitas operasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” kata Marius.
Ia menambahkan, peningkatan nilai kinerja dari 2,88 menjadi 2,90, pertumbuhan pelanggan hingga 19.195 SR, peningkatan laba, arus kas, serta bertambahnya jam layanan menjadi indikator awal bahwa perusahaan bergerak ke arah yang lebih baik.
Namun, hasil tersebut masih akan terus dievaluasi dan ditingkatkan agar pelayanan air minum kepada masyarakat Kota Kupang semakin optimal.
“Semua ini dalam rangka meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat Kota Kupang,” pungkasnya.**usgo
