SIKKA, MUTIARA TIMUR — Saat perhatian publik tertuju pada warga yang terdampak gempa, tenaga kesehatan tetap bekerja di garis depan. Di tengah keterbatasan fasilitas dan pelayanan yang harus terus berjalan, kondisi para nakes di sejumlah puskesmas di Kabupaten Ende mendapat perhatian dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ende.
Selasa (1/9/2026), jajaran PKB Ende bergerak mendatangi sejumlah puskesmas untuk membawa bantuan berupa air mineral, susu segar, teh dan biskuit. Bantuan tersebut ditujukan bagi tenaga kesehatan yang masih menjalankan pelayanan medis di tengah kondisi pascabencana.
Pada hari pertama penyaluran, bantuan diberikan ke lima puskesmas, yakni Puskesmas Ndona, Puskesmas Onekore, Puskesmas Nuabosi, Puskesmas Rewarangga dan Puskesmas Rukun Lima.
Bagi PKB Ende, bantuan tersebut bukan sekadar soal makanan dan minuman. Ada pesan lain yang ingin disampaikan kepada para tenaga kesehatan: mereka yang selama ini melayani korban dan masyarakat terdampak juga membutuhkan perhatian.
Dalam pertemuan dengan para nakes, muncul keluhan bahwa perhatian selama masa tanggap darurat lebih banyak tertuju kepada pengungsi. Sementara tenaga kesehatan yang bekerja dengan waktu kerja lebih panjang juga menghadapi kelelahan fisik dan tekanan mental.
Mewakili pengurus PKB Ende, Yoran mengatakan bantuan yang diberikan memang tidak besar. Namun, menurut dia, yang ingin ditunjukkan adalah kepedulian kepada para tenaga kesehatan yang tetap bertugas dalam situasi sulit.
“Kami menyadari bantuan ini tidak seberapa dari sisi jumlahnya, tetapi ini lebih pada bentuk rasa perhatian, peduli, dan suport kami agar teman-teman nakes tetap semangat dan terus melayani pasien serta masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Yoran.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena bantuan yang disalurkan masih terbatas.
PKB Ende berencana melanjutkan penyaluran bantuan ke sejumlah puskesmas lainnya pada hari berikutnya. Langkah itu diharapkan dapat menjadi pemicu bagi kelompok masyarakat maupun organisasi lain untuk ikut memperhatikan kebutuhan tenaga kesehatan selama masa tanggap darurat.
Di tengah bencana, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti. Dan di balik pelayanan itu, ada para nakes yang juga membutuhkan dukungan agar tetap mampu berdiri dan melayani masyarakat. **ah

