SIKKA, MUTIARA TIMUR— Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, menjadi persinggahan berikutnya bagi Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati, Rabu sore, 9 September 2026.
Kapal milik PDI Perjuangan itu tiba sekitar pukul 16.00 WITA setelah sebelumnya bergerak dari Reo, Manggarai. Di dalamnya terdapat tim medis yang membawa misi pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa Flores.
Ketua Tim Medis Laksamana Malahayati, Dr. Ananta, memimpin rombongan bersama Dr. Jo, sejumlah tenaga kesehatan dan kru kapal. Bagi tim medis, Maumere bukan tujuan akhir. Kapal tersebut sebelumnya telah mendatangi sejumlah wilayah terdampak, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo dan Ende.
Kini, pelayanan kesehatan dibawa lebih dekat kepada masyarakat di Kabupaten Sikka. Kedatangan Laksamana Malahayati disambut jajaran pengurus PDI Perjuangan NTT dan Kabupaten Sikka. Penyambutan dilakukan dengan nuansa adat melalui pengalungan selendang kepada tim medis dan kru kapal.
Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan NTT, Emanuel Kolfidus, mengatakan kehadiran kapal rumah sakit apung itu merupakan bagian dari semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut dia, masyarakat Flores sebelumnya terus mempertanyakan kapan kapal tersebut tiba di Maumere. Kehadiran tim medis diharapkan dapat menjawab kebutuhan warga, terutama mereka yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan.
Emanuel juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, jajaran pengurus partai, kader dan simpatisan yang ikut mendukung misi kemanusiaan tersebut.
Layanan Tak Berhenti di Maumere
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka yang juga Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi, S.Fil., mengatakan kebutuhan pelayanan kesehatan pascabencana masih cukup besar.
Ia menyebut dampak gempa masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Karena itu, pelayanan yang dibawa Laksamana Malahayati tidak akan hanya berpusat di Maumere.
Koordinasi akan dilakukan untuk menjangkau wilayah lain yang membutuhkan. Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Pulau Palue, tempat sebagian masyarakat masih menghadapi kondisi pascabencana dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
“Kami tentu mengapresiasi kehadiran tim medis Laksamana Malahayati. Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Stefanus.
Ia mengatakan PDI Perjuangan ingin mengambil bagian dalam penanganan dampak bencana dengan menggerakkan kader dan jaringan partai untuk membantu masyarakat.
Stefanus juga menyampaikan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri, jajaran DPP dan DPD, kader serta simpatisan PDI Perjuangan di Kabupaten Sikka, Flores dan berbagai daerah yang turut memberikan dukungan.
Cuaca Menentukan Perjalanan
Dr. Ananta mengatakan seluruh anggota tim dalam kondisi sehat dan siap menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Perjalanan menuju Maumere, kata dia, berlangsung lebih cepat dari perkiraan karena kondisi alam dan cuaca di laut cukup mendukung.
“Kami datang untuk memberikan pengobatan kepada saudara-saudara kita,” kata Dr. Ananta.
Ia menjelaskan kedatangan kapal yang terkesan mendadak berkaitan dengan kondisi perjalanan laut. Pergerakan kapal sangat bergantung pada keadaan cuaca dan alam.
Dr. Ananta juga mengapresiasi sambutan jajaran PDI Perjuangan NTT dan Sikka, PAC, kader serta masyarakat saat Laksamana Malahayati tiba di Maumere.
Setelah melintasi sejumlah wilayah terdampak bencana di Flores, kapal rumah sakit apung itu kembali bergerak membawa tenaga kesehatan dan layanan pengobatan.
Di tengah masyarakat yang masih berusaha memulihkan kehidupan setelah gempa, kehadiran Laksamana Malahayati menjadi salah satu bentuk dukungan yang datang melalui laut mendekatkan pelayanan kesehatan kepada mereka yang belum mudah menjangkaunya. **ah

