Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah
  • Pendidikan

Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:


MAUMERE, MUTIARA TIMUR — Tawa anak-anak kembali terdengar di SDI Dihit Nanga, Rabu, 9 September 2026. Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan ketakutan, para siswa diajak bermain, bernyanyi dan bercerita sebelum menerima bantuan perlengkapan sekolah.

Kegiatan tersebut digelar Green Democracy Institute (GDI) NTT bersama Idepreneur dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Misir Tengah. Selain menyerahkan buku dan alat tulis, para relawan menghadirkan trauma healing untuk membantu anak-anak memulihkan kondisi psikologis setelah bencana.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WITA. Suasana sekolah yang semula berjalan biasa berubah menjadi ruang bermain bagi para siswa.

Permainan edukatif, nyanyian dan sesi bercerita menjadi cara para relawan membangun kembali keceriaan anak-anak. Siswa mengikuti kegiatan dengan antusias hingga acara berakhir.

Bagi sebagian anak, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk sejenak melupakan rasa takut yang muncul setelah gempa.

Senyum dan kegembiraan terlihat ketika mereka mengikuti permainan bersama para relawan. Sejumlah siswa mengaku senang karena bisa kembali bermain dan mendapatkan semangat untuk belajar.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa puluhan buku tulis dan alat tulis. GDI dan Idepreneur juga menyerahkan sejumlah perlengkapan penunjang pembelajaran, termasuk papan tulis dan terpal yang dapat digunakan untuk kebutuhan sekolah darurat.

Ketua Green Democracy Institute (GDI) NTT, Muhammad Asfar, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak gempa.

Menurut dia, bencana tidak boleh membuat anak-anak kehilangan hak untuk belajar sekaligus dibiarkan menghadapi trauma seorang diri.

“Kami ingin memastikan bahwa di tengah situasi sulit ini, anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk belajar dengan fasilitas yang layak, sekaligus mendampingi aspek psikologis mereka agar tidak larut dalam trauma,” ujar Asfar.

Ia mengatakan kolaborasi GDI, Idepreneur dan TBM Misir Tengah diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pendampingan psikologis dan dukungan terhadap pendidikan anak juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana.

Harapan Anak-anak untuk Sultan Najamuddin

Kepala SDI Dihit, Marsolus Rago Hure, menyambut baik kepedulian yang diberikan kepada para siswa.

Ia menilai bantuan perlengkapan sekolah dan kegiatan trauma healing dapat membantu mengembalikan semangat anak-anak untuk kembali belajar setelah menghadapi bencana.

“Dengan bantuan yang diberikan, bisa membakar semangat anak-anak didik,” ujar Marsolus.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir para guru SDI Dihit dan relawan TBM Misir Tengah. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan penyampaian terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.

Asfar juga menyampaikan apresiasi kepada pendiri Green Democracy Institute, Sultan Najamuddin, yang saat ini menjabat Ketua DPD RI, atas dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan tersebut.

Namun, ada satu harapan yang disampaikan anak-anak SDI Dihit Nanga: mereka ingin Sultan Najamuddin datang langsung ke Flores dan bertemu dengan mereka.

Menurut Asfar, harapan itu menunjukkan bahwa bagi anak-anak korban bencana, kehadiran seseorang secara langsung memiliki arti yang lebih dari sekadar bantuan.

Mereka tidak hanya membutuhkan buku untuk kembali membaca, tetapi juga ruang untuk tertawa, bermain dan merasa bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Dari ruang sekolah yang masih berada dalam suasana pemulihan itu, sebuah pesan sederhana pun muncul: anak-anak korban gempa ingin kembali belajar, kembali tersenyum, dan menatap masa depan tanpa terus dibayangi ketakutan. **ah



Baca Juga
Tag:
  • Daerah
  • Pendidikan
Bagikan:
Berita Terkait
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
Berita Terbaru
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
  • Bukan Sekadar Buku, GDI dan Idepreneur Pulihkan Senyum Anak Korban Gempa di SDI Dihit Nanga
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Pertalite Langka di Tanah Grogot, Antrean Mengular dan Isu Pengetap Berujung Keributan

  • Karhutla Mengganas di Paser, 128,8 Hektare Lahan Terbakar: Tanah Grogot Diselimuti Kabut Asap

  • Belum Dilantik, Ketua Mandataris Vox Point Sikka Sudah Bergerak: Satu Ton Beras untuk Warga Sikka

  • Program Magang Nasional 2026, BPN Kota Kupang Buka 18 Posisi bagi Fresh Graduate

  • PUPR Sikka Turun ke Samparong, 297 Rumah Terdampak Gempa Didata dari Pintu ke Pintu

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.