Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya
  • Daerah

Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:


KUPANG, MUTIARA TIMUR — Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, menggelar Event Budaya Multi Etnis Tahun 2026 dengan tema “Harmoni Dalam Keberagaman Budaya”. Kegiatan yang berlangsung 9–11 September 2026 di Jalan Elang, RT 12/RW 06, Kelurahan Bonipoi, ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal.

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah pada Rabu (9/9/2026), dihadiri masyarakat, tokoh masyarakat, komunitas seni, pemuda, pelaku UMKM serta unsur Pemerintah Kota Kupang.

Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., hadir mewakili Wali Kota Kupang dan secara resmi membuka Event Budaya Multi Etnis Kelurahan Bonipoi Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Hengky menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kelurahan Bonipoi, panitia, tokoh masyarakat, komunitas seni, pemuda dan seluruh warga yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan budaya yang terlihat sederhana justru memiliki makna besar bagi kehidupan masyarakat Kota Kupang yang terdiri dari berbagai suku, tradisi dan latar belakang.

“Kota Kupang adalah rumah bagi banyak latar belakang, banyak suku, banyak tradisi, dan banyak cerita. Namun kita semua hidup dalam satu rumah yang sama: Kota Kupang,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberagaman tidak boleh hanya dipandang sebagai perbedaan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan.

“Budaya bukan sekadar pakaian adat, tarian, musik, makanan tradisional atau berbagai pertunjukan. Budaya adalah cara kita menghargai siapa diri kita, menghormati orang lain dan menjaga hubungan baik sebagai satu masyarakat,” katanya.

Hengky berharap Event Budaya Multi Etnis Bonipoi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau hiburan semata. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang untuk saling mengenal, saling menghargai dan mempererat persaudaraan antarwarga.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri budaya di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya global.

“Saya ingin mengajak anak-anak muda kita untuk jangan sampai malu dengan budaya sendiri. Di tengah perkembangan teknologi dan arus budaya yang begitu cepat, generasi muda harus tetap tahu dari mana mereka berasal,” tegasnya.

“Modern boleh, maju harus, tetapi akar budaya jangan sampai hilang,” lanjut Hengky.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Kupang terus mendorong agar kegiatan budaya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari pembangunan kota.

Sebab, menurutnya, kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki infrastruktur yang baik, tetapi juga masyarakat yang memiliki identitas, karakter dan rasa memiliki terhadap kotanya.

“Kita ingin membangun Kota Kupang sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali, tetapi juga kota yang memiliki wajah dan cerita yang khas. Dan wajah Kota Kupang itu ada di masyarakatnya, ada di kelurahan-kelurahannya, termasuk di Kelurahan Bonipoi,” ungkapnya.

Hengky juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan, toleransi dan gotong royong.

“Jangan karena berbeda suku kita menjadi jauh. Jangan karena berbeda tradisi kita menjadi terpisah. Justru karena kita berbeda, kita memiliki alasan untuk saling melengkapi. Kita boleh berbeda budaya, tetapi kita satu sebagai warga Kota Kupang,” katanya.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta menampilkan kekayaan budaya terbaik selama kegiatan berlangsung serta menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkenalkan budaya kepada generasi berikutnya.

Tari Sirih Pinang Buka Semarak Budaya

Semarak pembukaan Event Budaya Multi Etnis Bonipoi juga diwarnai penampilan seni dari SDN 2 Bonipoi yang mempersembahkan Tari Sirih Pinang.

Penampilan para siswa tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Tari Sirih Pinang menjadi salah satu gambaran bagaimana seni budaya dapat diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Selain pertunjukan seni dan budaya, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM Kelurahan Bonipoi agar dapat memperkenalkan dan mengembangkan produk mereka kepada masyarakat.

Event Budaya Multi Etnis Bonipoi berlangsung selama tiga hari, 9–11 September 2026 dengan pusat kegiatan di Jalan Elang RT 12/RW 06, Kelurahan Bonipoi.

Melalui tema “Harmoni Dalam Keberagaman Budaya”, masyarakat Bonipoi ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan dan memperkuat identitas Kota Kupang. **usgo




Baca Juga
Tag:
  • Budaya
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
Berita Terbaru
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
  • Bonipoi Hadirkan Tari Sirih Pinang, Hengky C. Malelak: Modern Boleh, Akar Budaya Jangan Hilang
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Pertalite Langka di Tanah Grogot, Antrean Mengular dan Isu Pengetap Berujung Keributan

  • Karhutla Mengganas di Paser, 128,8 Hektare Lahan Terbakar: Tanah Grogot Diselimuti Kabut Asap

  • Belum Dilantik, Ketua Mandataris Vox Point Sikka Sudah Bergerak: Satu Ton Beras untuk Warga Sikka

  • Program Magang Nasional 2026, BPN Kota Kupang Buka 18 Posisi bagi Fresh Graduate

  • PUPR Sikka Turun ke Samparong, 297 Rumah Terdampak Gempa Didata dari Pintu ke Pintu

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.