Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya

Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KUPANG — Suasana Event Budaya Kelurahan Fatululi Tahun 2026 berlangsung meriah di panggung pelataran Pasar Oebobo, Kota Kupang, Selasa (11/8/2026).

Beragam atraksi seni dan tarian adat dari sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil silih berganti, mengundang sorak dan tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Kemeriahan mulai terasa sejak penampilan anak-anak TK Kristen Karmel yang tampil penuh semangat di atas panggung. Penampilan anak-anak tersebut menjadi pembuka yang menarik perhatian sekaligus menunjukkan bahwa kecintaan terhadap seni dan budaya perlu ditanamkan sejak usia dini.

Suasana semakin meriah ketika para guru, siswa-siswi dari berbagai sekolah, mahasiswa dan masyarakat Kelurahan Fatululi turut menampilkan berbagai tarian dan atraksi budaya.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Tari Adat Tea Eku dari Kabupaten Nagekeo yang dibawakan oleh siswa-siswi Buoyant Montessori School.

Dengan gerakan yang kompak dan penuh semangat, para penampil membawa nuansa budaya Nagekeo ke tengah panggung Event Budaya Fatululi. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang menyaksikan.

Tidak kalah menarik, Tari Hegong dari Kabupaten Sikka juga turut memeriahkan panggung budaya. Tarian tradisional asal Sikka tersebut dibawakan oleh siswa-siswi sekolah di Kelurahan Fatululi.

Kehadiran Tea Eku dan Hegong menjadi bagian dari keberagaman budaya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Dua tarian dari daerah berbeda ini memperlihatkan kekayaan tradisi NTT yang dapat hadir dan hidup bersama di Kota Kupang.

Selain Tea Eku dan Hegong, masyarakat juga disuguhkan Tari Okomama dari Timor Tengah Selatan (TTS), Tari Okomama dari siswa-siswi UPTD SD GMIT Oebobo, serta Tari Gemu Fa Mi Re dari TK Kristen Karmel.

Panggung budaya juga diisi dengan Line Dance Nusantara oleh guru-guru UPTD SD Inpres Bertingkat Oebobo, Tarian “NTT Bercerita” oleh warga RW 001, Tari Ofalangga oleh mahasiswa KKN IAKN Kupang, serta berbagai tarian kreasi dari mahasiswa KKN UMK.

Atraksi Pencak Silat Cobra Sakti yang dibawakan siswa-siswi UPTD SD Inpres Bertingkat Oebobo 2 turut menambah semarak suasana.

Warga dari sejumlah wilayah di Kelurahan Fatululi juga tidak mau ketinggalan. Penampilan dance dari RW 002, warga RW 007, serta Line Dance dari RT 002 dan RT 003 ikut membuat panggung budaya semakin hidup.

Ketua Panitia Event Budaya Kelurahan Fatululi, Drs. Bernard Haning, dalam laporan panitia mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati dan memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Event Budaya Fatululi tahun ini mengusung tema “Keberagaman Adalah Kekuatan untuk Bersatu.”

Menurut Bernard, tema tersebut menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang bukanlah jurang pemisah. Sebaliknya, keberagaman merupakan modal utama untuk saling melengkapi dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang bukanlah jurang pemisah, melainkan modal utama untuk saling melengkapi, membangun ketahanan dan keharmonisan bersama yang lebih kokoh,” ujar Bernard.

Ia mengatakan, salah satu tujuan pelaksanaan Event Budaya tersebut adalah menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal NTT yang mulai tergerus oleh pengaruh budaya luar.

Karena itu, keterlibatan anak-anak sekolah, guru, mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya NTT kepada generasi muda.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya menampilkan seni dan budaya. Panitia juga melibatkan pelaku UMKM sehingga event tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.

Berbagai penampilan budaya yang disuguhkan membuat panggung Event Budaya Kelurahan Fatululi seolah menjadi miniatur keberagaman NTT.

Budaya Nagekeo hadir melalui Tea Eku, budaya Sikka melalui Hegong, budaya Timor melalui Okomama, dan berbagai kekayaan budaya lainnya tampil dalam satu panggung.

Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan: keberagaman bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan untuk bersatu.

Event Budaya Kelurahan Fatululi Tahun 2026 pun bukan sekadar menjadi tontonan masyarakat, tetapi menjadi ruang bersama untuk merawat identitas budaya NTT sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang. **usgo



Baca Juga
Tag:
  • Budaya
Bagikan:
Berita Terkait
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
Berita Terbaru
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
  • Tari Adat Tea Eku Nagekeo dan Sejumlah Tarian Adat NTT Meriahkan Event Budaya Kelurahan Fatululi
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Para Lurah Diwanti-Wanti Jalankan Tugas dan Jaga Integritas

  • Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Jadi Satu-satunya Perwakilan Perumda Air Minum Indonesia dalam Forum Teknologi Lingkungan di Taiwan

  • Ironi Pelabuhan Tenau: Taksi Online Tak Boleh Masuk, Penumpang Harus Jalan Kaki Keluar Pelabuhan

  • Theo Widodo Ajak Warga Ikut Senam Jantung Sehat Gratis, YJI NTT Perkuat Edukasi Kesehatan Jantung

  • “Mau Sampai Kapan?” Kendaraan Online Dilarang Masuk Tenau, Netizen Tagih Peran Pemerintah dan DPRD NTT

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.