KUPANG, Mutiara-Timur.com – Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Ngada, Vincent Milo, menilai kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, selama dua hari di Kota Kupang memberikan suntikan semangat baru bagi seluruh kader PSI di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Vincent, antusiasme masyarakat yang menyambut kehadiran Jokowi menjadi bukti bahwa sosok mantan Presiden RI tersebut masih memiliki tempat di hati rakyat. Bahkan, ribuan warga yang hadir membuat para pengurus PSI sendiri kesulitan untuk bertemu secara langsung dengan Jokowi.
"Kesannya luar biasa. Dari kemarin sampai tadi pagi masyarakat yang datang begitu banyak. Kami sebagai pengurus pun sulit bertemu langsung dengan beliau karena antusiasme masyarakat sangat tinggi," kata Vincent.
Ia mengatakan, pesan-pesan yang disampaikan Jokowi kepada kader PSI menjadi motivasi agar seluruh pengurus bekerja lebih serius menghadirkan partai di tengah masyarakat.
"Beliau memberi semangat baru kepada kami. Kami harus benar-benar serius menghadirkan PSI di tengah masyarakat dan mulai bekerja dari sekarang," ujarnya.
Sebagai Ketua DPD PSI Kabupaten Ngada, Vincent mengakui perjuangan partainya masih cukup berat karena PSI belum memiliki kursi di DPRD Kabupaten Ngada. Karena itu, fokus utama saat ini adalah memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah.
"Kami harus bekerja keras mulai dari menyusun kepengurusan di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Itu menjadi pesan penting dari Pak Jokowi," jelasnya.
Vincent bahkan mengibaratkan kehadiran Jokowi sebagai "Hemaviton" bagi seluruh kader PSI.
"Kalau diibaratkan, kehadiran Pak Jokowi ini seperti Hemaviton bagi kami. Memberikan energi dan semangat baru untuk mulai bekerja lebih keras," katanya.
Menghadapi Pemilu 2029, PSI Kabupaten Ngada menargetkan dapat meraih kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil) yang ada.
"Sekarang ada lima dapil dengan total 25 kursi DPRD. Target kami tentu berusaha agar di lima dapil itu PSI bisa memperoleh kursi," tegasnya.
Usai kunjungan Jokowi, Vincent memastikan pihaknya segera melakukan konsolidasi internal sesuai arahan yang diterima.
"Konsolidasi internal menjadi yang paling penting. Kami tidak mungkin bekerja sendiri. Seperti yang disampaikan Pak Jokowi, sistem organisasi harus berjalan secara fungsional. Karena itu kami akan segera bergerak bersama seluruh kader," pungkas Vincent Milo. ***usgo

