KUPANG, MUTIARA TIMUR – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cabang Olahraga Atletik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 memperebutkan Piala Wali Kota Kupang resmi berlangsung di Kota Kupang pada 12–14 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil akhir perolehan medali, Sumba Barat Daya (SBD) keluar sebagai Juara Umum I, disusul Kota Kupang sebagai Juara Umum II, sementara Sumba Timur menempati posisi Juara Umum III.
SBD tampil sebagai kontingen dengan perolehan medali emas terbanyak setelah mengoleksi 23 medali emas, 9 perak dan 2 perunggu. Kota Kupang berada di posisi kedua dengan 15 emas, 20 perak dan 17 perunggu. Sedangkan Sumba Timur menempati posisi ketiga dengan 8 emas, 7 perak dan 9 perunggu.
Di bawah tiga besar, Ngada menempati posisi keempat dengan 6 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Sikka berada di posisi kelima dengan 4 emas, 4 perak dan 1 perunggu, disusul Sabu Raijua di posisi keenam dengan 3 emas, 9 perak dan 9 perunggu.
Posisi ketujuh ditempati Manggarai Barat dengan 1 emas, 4 perak dan 6 perunggu. Rote Ndao berada di urutan kedelapan dengan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Sementara Timor Tengah Utara (TTU) menempati posisi kesembilan dengan 1 emas.
Selanjutnya, Timor Tengah Selatan (TTS) berada di posisi kesepuluh dengan 6 medali perak dan 6 perunggu. Sumba Tengah berada di posisi kesebelas dengan 1 perak, sedangkan Ende menempati posisi kedua belas dengan 4 perunggu. Posisi ketiga belas ditempati Sumba Barat dengan 2 medali perunggu.
Klasemen tersebut menunjukkan bahwa penentuan juara umum didasarkan pada jumlah medali emas yang diraih masing-masing kontingen. Dengan demikian, meskipun Kota Kupang memiliki jumlah total medali lebih banyak, yakni 52 medali, SBD tetap berada di puncak karena unggul jauh dalam perolehan medali emas.
Kejurda Atletik NTT 2026 diikuti atlet dari berbagai kabupaten/kota dengan mempertandingkan nomor lintasan dan lapangan pada kategori U-16, U-18, U-20 hingga senior.
Ketua Panitia Kejurda Atletik NTT 2026, David Here, S.Pd, kepada media, Kamis (13/8/2026), mengatakan pelaksanaan Kejurda di Kota Kupang merupakan tindak lanjut rekomendasi Pemerintah Provinsi NTT sekaligus petunjuk teknis yang diberikan kepada Kota Kupang sebagai tuan rumah.
Menurut David, atletik merupakan salah satu cabang olahraga kebanggaan NTT sehingga Kejurda menjadi momentum penting untuk menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai daerah.
“Tujuannya untuk menjaring atlet-atlet yang ada di daerah, yang tersebar di kabupaten dan kota untuk mereka berkompetisi, menjaring mereka untuk dibina, dilatih dengan harapan mereka akan menjadi atlet-atlet potensial dari Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Para atlet potensial tersebut diharapkan dapat memperkuat NTT pada berbagai ajang olahraga tingkat nasional, regional hingga internasional, termasuk menjadi bagian dari persiapan menghadapi PON 2028.
Kejurda tahun ini mempertandingkan berbagai nomor lintasan dan lapangan dengan kategori usia U-16, U-18, U-20 dan senior.
David menyebutkan, berdasarkan data peserta yang disampaikan panitia, terdapat 129 atlet yang ambil bagian dalam Kejurda.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H., menyampaikan terima kasih kepada PASI NTT yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Kupang sebagai tuan rumah.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Kupang bersama PASI Kota Kupang berupaya memberikan dukungan agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan dengan baik.
Marthin menjelaskan, pelaksanaan Kejurda merupakan hasil kolaborasi antara PASI NTT, PASI Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang. Di tengah keterbatasan anggaran, dukungan dilakukan melalui pola sharing pendanaan.
Ketua Umum Pengurus PASI NTT, Theo Widodo menilai penyelenggaraan Kejurda Atletik 2026 di Kota Kupang berlangsung sukses. Jumlah peserta dan kontingen yang hadir juga dinilai melampaui perkiraan awal.
Menurutnya, Kejurda tahun ini menjadi momentum dimulainya tradisi baru dalam penyelenggaraan Kejurda Atletik NTT, yakni tuan rumah tidak lagi terpusat di Kota Kupang.
“Untuk tahun ini Kota Kupang yang menjadi tuan rumah dan Pengkot, Pengurus Kota Kupang yang menjadi panitianya. Tahun-tahun yang akan datang itu tuan rumah akan berpindah-pindah dari kabupaten ke kabupaten,” ungkapan Theo Widodo.
Untuk tahun 2027, PASI NTT telah menetapkan Kabupaten Sikka sebagai tuan rumah Kejurda Atletik NTT.
Sementara untuk tahun 2028, PASI NTT berencana menawarkan kesempatan menjadi tuan rumah kepada daerah-daerah di daratan Sumba melalui mekanisme bidding.
Penetapan tuan rumah lebih awal bertujuan memberikan waktu persiapan yang lebih panjang bagi daerah, baik dari sisi fasilitas, pembinaan atlet maupun dukungan anggaran.
“Tuan rumah itu sudah ditentukan dua tahun sebelumnya agar mereka lebih siap, baik dalam hal fasilitas maupun atlet, termasuk anggaran,” ujarnya.
Selain menjadi ajang perebutan Piala Wali Kota Kupang, Kejurda juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet menuju kompetisi tingkat nasional.
PASI NTT memastikan atlet-atlet yang menjadi juara dan memenuhi kriteria sesuai petunjuk teknis akan mendapat peluang untuk dikirim mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Nanti para juara dari Kejurda ini yang memenuhi kriteria lolos Kejurnas, itu kita akan kirim atlet itu. Ada aturannya, juklisnya,” jelas Ketua Umum PASI NTT.
Ia menegaskan, pembinaan atlet tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan anggaran. Kejurda menjadi salah satu bentuk nyata kesinambungan pembinaan atletik di NTT.
Sekretaris PASI Kota Kupang, Edu Penu Weo, yang mewakili Ketua PASI Kota Kupang karena berhalangan hadir, menyampaikan terima kasih kepada PASI Provinsi NTT atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kupang.
Edu mengakui pelaksanaan Kejurda masih memiliki sejumlah keterbatasan. Namun, jajaran PASI Kota Kupang berupaya maksimal agar seluruh pertandingan dapat berjalan dengan baik.
“Walaupun dalam kondisi kekurangan uang, kami berusaha melaksanakan ini sebaik mungkin, walaupun ada kekurangan di sana-sini,” ujarnya.
Ia berharap kebijakan pemindahan tuan rumah Kejurda ke berbagai kabupaten/kota dapat memberikan dampak positif terhadap pembinaan atletik di daerah.
“Harapan kami, Kejurda ini bisa ke daerah-daerah, supaya pola pembinaannya berjalan,” katanya.
Dengan SBD sebagai Juara Umum I, Kota Kupang Juara Umum II dan Sumba Timur Juara Umum III, Kejurda Atletik NTT 2026 Piala Wali Kota Kupang menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan sekaligus memetakan kekuatan atletik di berbagai daerah NTT.
Hasil Kejurda ini diharapkan menjadi pijakan bagi PASI NTT dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik menuju berbagai kompetisi nasional maupun internasional, termasuk PON 2028. **usgo





