oleh : Flori Mekeng
OPINI - Gempa Flores M7,7 tanggal 15 Agustus telah mendatangkan bencana. Bencana ini tidak saja korban nyawa, tapi juga merusak fisik bangunan, infrastruktur dan mental masyarakat. Mereka hidup dalam ketakutan, derita, panik, apalagi sering diikuti gempa susulan walau kekuatan yang terus melemah. Dalam perspektif ini, menggugah hati Bunda Julie Laiskodat, Anggota DPR RI Fraksi NASDEM datang menyapa, memberi bantuan darurat dan untuk saling menguatkan.
Bencana tidak pernah memilih.Ia datang, merobohkan dan cuma sisakan satu hal pasti, soal sesama. Karena itu, ia sanggup menyatukan semua kekuatan, orang, daya dan dana, karena dihadapan reruntuhan, semua gelar tanggal. Dan yang tersisa hanya, kita manusia.
Dalam persepektif ini, Bunda Julie Laiskodat mengambil sikap tegas, harus hadir ditengah korban gempa. Ini 'kata kunci utama' yang jadi spirit perjalanan panjang menyusuri titik-titik gempa mulai dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan Ende.
Nalurinya sebagai seorang ibu sangat tampak, ketika pada saat yang sama harus memberikan sentuhan kasih kepada anak-anak korban gempa. Itulah, yang saya saksikan.
Tapi satu hal pasti, Pemerintah harus jadi 'leading'. Terdepan untuk menggerakkan. Kenapa? Karena hanya negara yang punya komando, logistik dan kewenangan. Relawan bisa datang pertama, tapi negara yang harus memastikan bantuan tidak tumpang tindih. Masyarakat bisa berdonasi, tapi negara yang harus memastikan sampai ke tenda yang benar, bukan nyasar.
Pemerintah terdepan bukan berarti kerja sendiri. Karena kalau negara hadir cepat dan rapi, maka rakyat akan ikut bergerak lebih cepat dan lebih rapi. Atau dengan kata lain, bencana menyatukan masyarakat untuk saling menguatkan, berbagi. Dan Bunda Julie Laiskodat telah berada dalam pandangan itu ! **
