Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah

Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

SIKKA, MUTIARA- TIMUR.COM – Keluhan warga Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, yang selama puluhan tahun masih mengandalkan lampu pelita, mulai mendapat respons hingga ke tingkat pusat.

Aspirasi tersebut bergerak setelah kondisi masyarakat Dusun Hepang diberitakan Mutiara Timur. Anggota DPRD Sikka dari Fraksi PKB, Yoseph Karmanto Eri atau Manto Eri, mengaku prihatin setelah membaca keluhan warga dan langsung mengambil langkah dengan menghubungi pihak terkait di Jakarta.

“Saya prihatin setelah membaca berita di Mutiara Timur. Saya langsung kontak orang pusat. Untuk listrik di Dusun Hepang, ini akan kita perjuangkan dan diprioritaskan agar bisa segera dikerjakan,” kata Manto Eri.

Manto Eri merupakan Ketua Fraksi PKB DPRD Sikka, Ketua DPC PKB Kabupaten Sikka, sekaligus Ketua Komisi I DPRD Sikka. Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD Sikka periode 2019–2024.

Dalam kapasitas tersebut, Manto mengatakan dirinya berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pemerintah pusat, termasuk persoalan kebutuhan dasar seperti akses listrik bagi masyarakat di wilayah yang selama ini belum menikmati penerangan listrik secara memadai.

Dalam upaya mengawal aspirasi tersebut, Manto menyebut komunikasi telah dilakukan dengan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, termasuk Mas Bagus dan Mas Wisnu, serta pihak PLN pusat. Komunikasi juga dilakukan dengan Dipo Nusantara, anggota DPR RI dari Fraksi PKB di Komisi XII yang membidangi sektor energi.

Langkah konkret tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan proposal permohonan pembangunan jaringan listrik Dusun Hepang kepada Manto Eri. Proposal diserahkan langsung oleh Penjabat Kepala Desa Nenbura, Anjelus Moat Padeng, bersama tokoh muda Dusun Hepang, Aris Halilintar.

Manto mengatakan persoalan listrik Hepang tidak boleh berhenti pada keluhan maupun proposal. Menurutnya, aspirasi masyarakat harus dikawal sampai mendapatkan kepastian tindak lanjut.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika menerima keluhan masyarakat di wilayah kepulauan.

“Ketika saya mendapat keluhan dari masyarakat, saya langsung merespons dan menghubungi orang pusat. Saya minta Pak Camat mengantar proposal, kemudian proposal itu saya teruskan ke pusat,” kata Manto.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa ketika aspirasi masyarakat dikawal secara serius, akses listrik yang selama ini dinantikan dapat direalisasikan.

“Sekarang di Palue listrik sudah menyala 1x24 jam. Di Pemana juga sementara dikerjakan. Masa wilayah kepulauan bisa, sementara wilayah daratan justru kalah dengan wilayah kepulauan?” ujarnya.

Karena itu, Manto menegaskan dirinya akan mendorong agar Dusun Hepang mendapatkan perhatian yang sama.

“Saya pastikan dalam waktu dekat listrik Dusun Hepang, Desa Nenbura, segera dikerjakan. Secara administratif sudah lengkap. Sekarang tinggal kita dorong supaya langsung dieksekusi,” tegasnya.

Ia juga menyebut pembangunan jaringan listrik di wilayah lain sebagai bukti bahwa masyarakat yang selama ini berada di wilayah terpencil maupun tertinggal tetap memiliki peluang mendapatkan akses energi apabila aspirasi mereka dikawal secara serius.

Bagi Manto, persoalan listrik Hepang bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat untuk menikmati penerangan dan meningkatkan kualitas hidup.

“Kasihan, Indonesia sudah merdeka 81 tahun, tetapi masih ada masyarakat yang masih menggunakan lampu pelita. Kita harus berjuang supaya masyarakat kecil juga merasakan terang,” ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah program kelistrikan yang telah masuk ke wilayah Sikka merupakan hasil perjuangan yang harus terus dikawal. Menurutnya, pembangunan jaringan listrik di wilayah kepulauan, pedalaman maupun wilayah yang selama ini belum terjangkau menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk membiarkan masyarakat terus menunggu.

Di Sikka, upaya tersebut antara lain terlihat di Desa Waipaar, Kecamatan Talibura. PLN melaporkan pembangunan jaringan untuk 213 rumah tangga setelah masyarakat menunggu akses listrik sejak 2018.

Manto Eri menilai pengalaman di sejumlah wilayah tersebut harus menjadi dorongan agar Dusun Hepang tidak terus berada dalam daftar wilayah yang menunggu.

“Kalau wilayah lain sudah bisa mendapatkan jaringan listrik, masyarakat Hepang juga harus diperjuangkan. Jangan sampai masyarakat kecil terus menunggu,” katanya.

Ia menegaskan, perjuangan tersebut tidak boleh berhenti pada komunikasi politik maupun penyerahan proposal.

“Yang kita harapkan bukan hanya proposal diterima. Kita ingin listrik itu benar-benar masuk dan menyala di rumah-rumah masyarakat Hepang,” ujarnya.

Respons tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Nenbura. Penjabat Kepala Desa Nenbura, Anjelus Moat Padeng, menyampaikan terima kasih kepada Manto Eri yang telah menerima proposal sekaligus membuka komunikasi dengan pemerintah pusat dan PLN.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Manto Eri karena sudah merespons keluhan masyarakat. Kami berharap komunikasi ini tidak berhenti pada penerimaan proposal, tetapi berlanjut sampai listrik benar-benar masuk ke Dusun Hepang,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Aris Halilintar. Ia mengatakan masyarakat Hepang selama bertahun-tahun terbiasa menjalani malam dengan cahaya pelita.

“Kami berterima kasih karena keluhan kami sudah mendapat respons. Selama puluhan tahun kami masih mengandalkan pelita. Anak-anak belajar dengan penerangan seadanya. Kami tidak meminta yang berlebihan, kami hanya ingin merasakan listrik seperti masyarakat lainnya,” kata Aris.

Menurut dia, listrik akan membawa perubahan besar bagi kehidupan warga, mulai dari pendidikan anak, aktivitas ekonomi, komunikasi hingga kesempatan mengembangkan usaha rumah tangga.

Kini proposal telah diserahkan. Keluhan warga Hepang yang sebelumnya hanya menjadi persoalan di tingkat dusun telah bergerak ke tingkat daerah dan kemudian dikomunikasikan hingga pemerintah pusat.

Masyarakat Hepang kini menunggu tahap berikutnya: memastikan respons, komunikasi dan komitmen tersebut benar-benar berujung pada pembangunan jaringan listrik.

Bagi warga Hepang, terang bukan lagi sekadar soal lampu menyala. Terang berarti anak-anak dapat belajar dengan lebih layak, aktivitas ekonomi dapat berkembang, komunikasi menjadi lebih mudah, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk keluar dari keterisolasian.

Dari sebuah keluhan warga yang diberitakan Mutiara Timur, kini perjuangan itu telah sampai ke meja pusat. Dan masyarakat Hepang berharap, langkah tersebut menjadi jalan menuju hadirnya listrik yang selama puluhan tahun mereka nantikan. **arishalilintar 



Baca Juga
Tag:
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
Berita Terbaru
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
  • Dari Hepang ke Pusat, Dipo Nusantara Kawal Perjuangan Listrik Warga
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Para Lurah Diwanti-Wanti Jalankan Tugas dan Jaga Integritas

  • Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Jadi Satu-satunya Perwakilan Perumda Air Minum Indonesia dalam Forum Teknologi Lingkungan di Taiwan

  • Ironi Pelabuhan Tenau: Taksi Online Tak Boleh Masuk, Penumpang Harus Jalan Kaki Keluar Pelabuhan

  • Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Targetkan Balik Nama Sertifikat Maksimal 10 Hari, NTT Dapat Hadiah Natal Sertifikasi Tanah

  • Theo Widodo Ajak Warga Ikut Senam Jantung Sehat Gratis, YJI NTT Perkuat Edukasi Kesehatan Jantung

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.