Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah

BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:




SIKKA, MUTIARA TIMUR — Ribuan warga yang mengungsi di sejumlah titik terpusat di Kota Maumere mulai dipulangkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfasilitasi kepulangan lebih dari 12 ribu jiwa atau sekitar 2.300 kepala keluarga setelah kondisi sebagian rumah dinilai masih memungkinkan untuk ditempati.

Direktur Wilayah III BNPB Nelwan Harahap mengatakan proses pemulangan pengungsi sebenarnya telah dimulai sejak Senin, 24 Agustus 2026. Warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan atau hanya rusak ringan dan masih aman dihuni dianjurkan kembali ke rumah masing-masing.

Menurut Nelwan, tinggal terlalu lama di lokasi pengungsian justru dapat menimbulkan persoalan baru. Ketersediaan air bersih yang terbatas, debu, serta kepadatan penghuni membuat kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan ibu menyusui lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan.

“Kalau berlama-lama tinggal di posko pengungsian bisa muncul wabah ISPA dan diare,” kata Nelwan, Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia mengatakan rumah sendiri tetap menjadi tempat yang paling nyaman bagi warga, terutama dalam kondisi musim kemarau. Karena itu, BNPB mendorong warga yang rumahnya masih aman untuk segera kembali.

Namun, kepulangan bukan berarti warga dibiarkan menghadapi kebutuhan hidup sendiri. BNPB, kata Nelwan, akan menyiapkan bekal bagi warga yang kembali agar mereka tidak langsung terbebani persoalan kebutuhan pangan setelah meninggalkan lokasi pengungsian.

“Ketika pulang, mereka tidak pusing lagi mau makan apa dan harus memulai dari mana,” ujarnya.

Pemulangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan kembali pola penanganan pengungsi di Kabupaten Sikka. BNPB akan mengarahkan bantuan kepada warga yang memang paling membutuhkan, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan sedang dan tidak dapat dihuni serta warga dengan rumah rusak berat.

Untuk rumah rusak berat, warga akan didata dan diusulkan mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Selama menunggu pembangunan rumah permanen, mereka akan memperoleh dana tunggu hunian selama tiga bulan.

BNPB juga menyiapkan hunian sementara (Huntara) individual bagi warga yang rumahnya belum dapat ditempati. Konsepnya, satu keluarga menempati satu hunian sementara sehingga kondisi pengungsian lebih layak dan tidak terlalu padat.

“Bagi mereka yang menunggu hunian tetap selesai, kita akan bangun Huntara individual. Satu keluarga satu rumah agar lebih nyaman,” kata Nelwan.

Sementara itu, masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Sikka yang semula berakhir pada Jumat, 28 Agustus 2026 diperpanjang hingga 12 September 2026. Perpanjangan tersebut tidak berarti seluruh warga harus tetap berada di posko pengungsian.

Menurut Nelwan, fokus penanganan selanjutnya akan diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak, termasuk warga di Pulau Palue serta mereka yang rumahnya mengalami kerusakan dan belum dapat dihuni. BNPB memastikan fasilitas pemulangan tetap terbuka bagi warga yang ingin kembali.

“Siapa saja yang ingin pulang, kita fasilitasi,” ujarnya.

Sementara posko pengungsian yang masih digunakan akan ditata kembali. Penataan mencakup fasilitas sanitasi seperti MCK serta pengendalian debu agar kondisi lingkungan lebih sehat bagi warga yang masih harus bertahan di lokasi pengungsian.

Pemulangan belasan ribu pengungsi ini menjadi babak baru penanganan pascagempa di Sikka. Dari ribuan warga yang sebelumnya berkumpul di halaman Kantor Bupati Sikka, DPRD Sikka hingga Gelora Samador da Vunha Maumere, sebagian kini mulai kembali ke rumah.

Bagi mereka yang rumahnya masih berdiri dan aman, pulang menjadi pilihan. Sedangkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, perhatian pemerintah diarahkan pada satu hal: memastikan mereka tetap memiliki tempat berlindung sampai rumah kembali layak dihuni. **ah




Baca Juga
Tag:
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
Berita Terbaru
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
  • BNPB Pulangkan 12 Ribu Pengungsi Sikka, Warga Diminta Kembali ke Rumah yang Masih Layak
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Pertalite Langka di Tanah Grogot, Antrean Mengular dan Isu Pengetap Berujung Keributan

  • Karhutla Mengganas di Paser, 128,8 Hektare Lahan Terbakar: Tanah Grogot Diselimuti Kabut Asap

  • Belum Dilantik, Ketua Mandataris Vox Point Sikka Sudah Bergerak: Satu Ton Beras untuk Warga Sikka

  • Program Magang Nasional 2026, BPN Kota Kupang Buka 18 Posisi bagi Fresh Graduate

  • PUPR Sikka Turun ke Samparong, 297 Rumah Terdampak Gempa Didata dari Pintu ke Pintu

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.