Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah
  • Olahraga

10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

SIKKA, MUTIARA TIMUR – Pemerataan perhatian Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap dunia olahraga patut dipertanyakan. Ketika turnamen sepak bola mendapat sorotan dan dukungan, 10 atlet Taekwondo Derina Winners Club (DWC) yang membawa nama Sikka ke tingkat nasional justru harus berangkat dengan dana pribadi dan swadaya orang tua.

Ironinya, pemerintah daerah tampak begitu mudah hadir ketika sebuah kegiatan olahraga sudah ramai, tetapi belum tentu hadir ketika atlet membutuhkan dukungan untuk berangkat dan bertanding.

Pelatih sekaligus Ketua DWC, Derina Da Cunha, mengaku kecewa. Ia berharap pemerintah tidak menjadikan popularitas cabang olahraga sebagai ukuran dalam memberikan perhatian.

“Harapan kami kepada Pemda Sikka lebih respek dan peka terhadap atlet yang berprestasi di setiap cabang olahraga, bukan hanya cabang tertentu,” ujar Derina.

Kekecewaan itu muncul setelah ia membandingkan perlakuan terhadap tim sepak bola yang mengikuti turnamen di Gelora Samador Maumere. Menurut Derina, Bupati Sikka bahkan datang ke tempat penginapan salah satu tim dari luar daerah dan memberikan bantuan beras serta kebutuhan lainnya.

Sementara 10 atlet Sikka yang akan bertanding di tingkat nasional harus mengandalkan biaya sendiri.

“Kalau tim sepak bola yang sedang menjalankan turnamen di Gelora Samador bisa mendapat perhatian, kenapa kami juga tidak diperlakukan sama? Jujur, kami cukup kecewa,” katanya.

Padahal, para atlet tersebut tidak pergi berwisata. Mereka membawa nama Sikka ke Kejuaraan Nasional Piala Danrem O52/WKR di Tangerang, Banten.

Bahkan selama perjalanan, para atlet tetap menjalani latihan tiga kali sehari. Pagi, siang dan sore. Semua dilakukan dengan satu tujuan: bertanding maksimal dan membawa pulang prestasi.

Di titik inilah pemerintah daerah layak ditanya: apakah perhatian pemerintah terhadap olahraga hanya diberikan kepada cabang yang ramai ditonton, sementara atlet dari cabang lain dibiarkan berjuang dengan biaya orang tua?

Jika pemerintah daerah tidak mampu memberikan bantuan besar, setidaknya jangan sampai muncul kesan bahwa perhatian pemerintah hanya tertuju pada cabang olahraga tertentu.

Sebab, ketika seorang atlet naik podium dan nama Sikka disebut, pemerintah tentu akan ikut bangga. Tetapi sebelum medali itu diraih, ada orang tua yang mengeluarkan biaya, ada pelatih yang berkorban waktu, dan ada atlet yang berlatih keras tanpa kepastian dukungan pemerintah.

Jangan sampai ketika menang, mereka disebut atlet Sikka; tetapi ketika berjuang, mereka dianggap urusan klub dan orang tua. Kritik ini bukan untuk mempertentangkan sepak bola dengan Taekwondo. Sepak bola tetap layak mendapat dukungan. Namun cabang olahraga lain juga memiliki hak yang sama untuk diperhatikan secara proporsional.

Pemerintah seharusnya hadir bukan hanya saat pertandingan berlangsung dan kamera menyala. Pemerintah mestinya hadir sejak atlet mulai berjuang. Karena prestasi olahraga tidak lahir dari tepuk tangan pejabat. Ia lahir dari latihan, pengorbanan dan dukungan yang diberikan jauh sebelum seorang atlet berdiri di podium. **arishalilintar 



Baca Juga
Tag:
  • Daerah
  • Olahraga
Bagikan:
Berita Terkait
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
Berita Terbaru
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
  • 10 Atlet Taekwondo Bawa Nama Sikka ke Kejurnas, Pemkab Malah Sibuk Bersorak di Lapangan Sepak Bola
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Para Lurah Diwanti-Wanti Jalankan Tugas dan Jaga Integritas

  • Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Jadi Satu-satunya Perwakilan Perumda Air Minum Indonesia dalam Forum Teknologi Lingkungan di Taiwan

  • Ironi Pelabuhan Tenau: Taksi Online Tak Boleh Masuk, Penumpang Harus Jalan Kaki Keluar Pelabuhan

  • “Mau Sampai Kapan?” Kendaraan Online Dilarang Masuk Tenau, Netizen Tagih Peran Pemerintah dan DPRD NTT

  • Juara 6 Lomba Seni Menari Tingkat SD, Kepala SD Inpres Oesapa Kecil 1 Siap Bangun Sanggar Budaya

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.