![]() |
| Foto: Plt. Lurah Kayu Putih Gunter Beo (Kiri) dan Ketua Panitia Abdullah (Kanan) |
Kupang, Mutiara-Timur.com – Tarian Gawi khas etnis Ende-Lio menjadi ikon sekaligus nafas utama dalam Event Budaya Kelurahan Kayu Putih Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Kamis (30/7/2026). Mengusung tema budaya Ende-Lio, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat persatuan masyarakat dari berbagai suku yang hidup berdampingan di Kelurahan Kayu Putih.
Hal tersebut disampaikan Plt. Lurah Kayu Putih, Gunther Joseph Nelbeo (Gunther Beo) didampingi Ketua Panitia, Abdullah, saat jumpa pers di area pentas budaya, Kamis (30/7/2026).
Gunther Beo menjelaskan, dipilihnya tema budaya Ende-Lio bukan karena dominasi suatu etnis, melainkan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur masyarakat yang tergabung dalam kerukunan keluarga di Kelurahan Kayu Putih.
"Pemilihan tema Ende-Lio merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh kerukunan keluarga yang ada di Kelurahan Kayu Putih. Semangatnya bukan mengutamakan satu suku, tetapi menyatukan semua masyarakat dalam kebersamaan," ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama festival budaya adalah mempererat hubungan antarmasyarakat sehingga seluruh warga merasa menjadi satu keluarga besar tanpa sekat perbedaan suku maupun latar belakang.
"Kami ingin menyatukan semua elemen masyarakat di Kelurahan Kayu Putih. Tidak ada kelompok A atau kelompok B, tetapi kita semua adalah satu keluarga," tegasnya.
Pada pembukaan kegiatan, panitia menampilkan Tarian Gawi secara massal sebagai atraksi utama. Gunther menjelaskan, Gawi merupakan tarian tradisional Ende-Lio yang sarat makna kebersamaan dan ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat kehidupan.
"Tarian Gawi adalah tarian kebersamaan sekaligus ungkapan syukur. Melalui tarian ini kita mensyukuri segala berkat Tuhan yang diberikan kepada masyarakat," jelasnya.
Selain pertunjukan budaya, festival juga diramaikan dengan berbagai perlombaan seperti Lomba Gawi, Fashion Show untuk lansia, pemuda dan anak-anak, Solo Lagu Daerah Ende-Lio, serta mini pameran UMKM yang melibatkan perwakilan dari delapan RW dan 30 RT di Kelurahan Kayu Putih.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juli hingga 1 Agustus 2026, dengan berbagai lomba dan pentas budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Abdullah mengatakan, semangat utama penyelenggaraan festival adalah memperkuat persaudaraan lintas etnis yang telah lama hidup harmonis di Kelurahan Kayu Putih.
"Festival ini menjadi wadah untuk mempersatukan seluruh etnis agar semakin erat dalam persaudaraan. Budaya menjadi media untuk memperkuat rasa kekeluargaan di tengah masyarakat," katanya.
Abdullah mengakui antusiasme masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Ke depan, ia berharap pelaksanaan festival budaya dapat dipadukan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia agar suasana semakin meriah.
Dengan mengangkat budaya Ende-Lio sebagai tema tahun ini, Event Budaya Kelurahan Kayu Putih diharapkan menjadi ruang pelestarian budaya lokal sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat multietnis di Kota Kupang.**usgo

