Kupang, Mutiara-Timur.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan UPTD SMP Negeri 8 Kupang. Sekolah ini berhasil meraih Juara I Kategori Penata Tari Unggul pada ajang lomba tari tingkat SD dan SMP yang digelar di Hotel Aston Kupang, Minggu (26/7/2026).
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa budaya sekolah yang selama ini dibangun tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan disiplin, tetapi juga mampu melahirkan peserta didik yang berprestasi serta mencintai seni dan budaya daerah.
Kepala UPTD SMP Negeri 8 Kupang, Dra. Maria Th. Rosalina S. Lana, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh warga sekolah dalam membangun budaya positif yang melibatkan kepala sekolah, guru, peserta didik, hingga orang tua.
"Kami seluruh warga sekolah, kepala sekolah, para guru, murid, dan orang tua murid berkomitmen menata sekolah ini secara bersama-sama. Kami mereviu kembali visi, misi, dan tujuan sekolah, kemudian menjadikannya sebagai sebuah pembiasaan hingga akhirnya menjadi budaya sekolah," ujar Rosalina kepada media, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, budaya yang terus dikembangkan di SMP Negeri 8 Kupang meliputi budaya bersih, budaya tertib, budaya disiplin, dan budaya peduli lingkungan. Seluruh nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, sekolah mengembangkan inovasi "SPENLA Peduli Bumi, Sampahku Tanggungjawab ku" dengan mengurangi penggunaan sampah plastik di lingkungan sekolah. Melalui program itu, para siswa dibiasakan menjaga kebersihan sekaligus belajar mencintai lingkungan sejak usia dini.
"Kami mengajarkan kepada anak-anak bagaimana merawat bumi ini. Harapan kami, setelah mereka tamat dari SMP Negeri 8 Kupang, mereka menjadi agen perubahan di Kota Kupang," katanya.
Rosalina menjelaskan, pembinaan karakter juga dilakukan melalui pengembangan bakat dan minat siswa, khususnya di bidang seni budaya. Prestasi Juara I Penata Tari Unggul diraih melalui penampilan Tari Maumere yang dipersiapkan oleh tim guru bersama peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler tari.
Dalam perlombaan tersebut, peserta diminta mengembangkan tarian dengan komposisi 60 persen unsur tradisional dan 40 persen modifikasi. SMP Negeri 8 Kupang berhasil menampilkan karya yang memenuhi ketentuan tersebut hingga mendapat apresiasi tertinggi dari dewan juri.
"Kami hanya mengikuti ketentuan yang disampaikan saat technical meeting. Tim guru menyiapkan konsep tari bersama anak-anak, sedangkan penilaian sepenuhnya menjadi kewenangan dewan juri. Puji Tuhan, kami dipercaya menjadi Juara I Penata Tari Unggul," ungkapnya.
Ia menambahkan, dukungan orang tua turut menjadi faktor penting dalam setiap pencapaian sekolah. Menurutnya, para orang tua tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga mendampingi peserta didik selama mengikuti perlombaan dan berbagai kegiatan budaya.
"Orang tua sangat mendukung. Saat lomba mereka mendampingi anak-anak sampai malam. Setiap kami mengadakan gelar budaya maupun fashion show di sekolah, mereka juga dengan sukarela menyiapkan pakaian adat bagi anak-anak," tuturnya.
Memasuki bulan Agustus, SMP Negeri 8 Kupang juga telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai lomba akan digelar sebagai bagian dari penerapan pendidikan holistik yang memadukan kemampuan akademik, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan peserta didik.
Kegiatan tersebut meliputi lomba cerdas cermat, debat Bahasa Inggris bertema kemerdekaan, gelar budaya, fashion show, pentas seni, pentas musik, paduan suara, hingga lomba kebersihan antarkelas yang selama ini menjadi salah satu program unggulan sekolah dalam membangun budaya bersih dan sekolah sehat.
Seluruh kegiatan akan dilaksanakan melalui kolaborasi antara guru, OSIS, serta mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), sehingga peserta didik memperoleh ruang untuk berkreasi, berkompetisi, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter, percaya diri, mencintai budaya, peduli terhadap lingkungan, dan siap menjadi generasi penerus yang membawa perubahan positif bagi Kota Kupang," pungkas Rosalina.**()

