![]() |
| Foto: Alce Papote, PLT. Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kupang |
KUPANG – Minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMK Negeri 3 Kupang terus meningkat. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah ini menerima 512 siswa baru, dengan mayoritas pendaftar berasal dari Kota Kupang hingga berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur, bahkan dari Pulau Flores.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMK Negeri 3 Kupang, Alce Papote, mengatakan meningkatnya jumlah pendaftar tidak terlepas dari strategi promosi sekolah yang dilakukan secara intensif serta prestasi yang diraih para siswa.
"Selama enam bulan saya menjadi Plt, kami lebih banyak melakukan promosi melalui e-school, turun langsung ke sekolah-sekolah, gereja, masjid, dan tempat ibadah lainnya. Kami juga membawa brosur dan memperkenalkan berbagai prestasi sekolah. Masyarakat biasanya melihat sekolah yang berprestasi sehingga tertarik menyekolahkan anaknya di sini," ujarnya kepada media, Rabu (15/7/2026).
Menurut Alce, jumlah siswa baru tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya berkisar 480 hingga 490 siswa, kini kuota 512 siswa hampir seluruhnya terpenuhi.
Ia mengungkapkan, Program Keahlian Tata Busana menjadi jurusan paling diminati. Tiga rombongan belajar (rombel) yang disediakan sudah terisi penuh.
"Orang tua melihat lulusan Tata Busana bisa langsung bekerja atau membuka usaha sendiri. Dengan modal mesin jahit dan obras, mereka bisa kembali ke daerah asal dan memperoleh penghasilan. Banyak alumni kami di Alor dan daerah lainnya sudah sukses menjalankan usaha jahit," katanya.
Selain Tata Busana, minat terhadap Program Keahlian Kecantikan juga meningkat tajam. Menurutnya, banyak alumni yang kini membuka usaha salon secara mandiri maupun berkelompok sehingga menjadi daya tarik bagi calon peserta didik.
"Kami melihat lulusan kecantikan tidak hanya bekerja di salon, tetapi mampu membuka usaha sendiri, melayani panggilan ke rumah untuk rias, nail art, eyelash hingga layanan kecantikan lainnya. Karena itu tahun depan kami berencana mengusulkan penambahan rombel kecantikan," jelasnya.
Saat ini komposisi rombel di SMKN 3 Kupang terdiri atas Tata Busana tiga kelas, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) empat kelas, Perhotelan empat kelas, Tata Kecantikan dua kelas, sedangkan Tata Boga dua kelas yang masih membutuhkan beberapa siswa.
Alce juga menegaskan SMKN 3 Kupang telah menjalin kerja sama dengan sekitar 165 dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Bahkan sejumlah siswa sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di Surabaya.
"Sebagian besar industri mitra kami mempekerjakan alumni SMKN 3 Kupang. Di sejumlah hotel besar, mulai dari bagian resepsionis, kamar, dapur hingga pelayanan lainnya banyak diisi oleh lulusan sekolah kami," ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, sehingga tujuan utama mereka bersekolah di SMK adalah agar setelah lulus dapat segera bekerja dan membantu ekonomi keluarga.
"Saya selalu melihat anak-anak datang dengan semangat ingin mengubah kehidupan keluarganya. Setelah bekerja mereka membantu orang tua, membiayai adik sekolah, bahkan banyak yang kemudian melanjutkan kuliah sambil bekerja. Itu kebanggaan terbesar kami," ungkapnya.
![]() |
| Foto: Esther Nopenanu,Wakil Kepala Sekolah |
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 3 Kupang, Esther Nopenanu, menjelaskan sistem penerimaan peserta didik dilakukan secara daring sehingga pendaftar berasal dari berbagai daerah.
"Karena sistemnya online, pendaftar bukan hanya dari Kota Kupang, tetapi juga dari sejumlah kabupaten di NTT bahkan ada yang berasal dari Flores. Kuota yang kami terima sebanyak 512 siswa," jelasnya.
Ia mengatakan, hingga hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebanyak 502 siswa telah mengikuti kegiatan, sementara 10 siswa lainnya belum melakukan daftar ulang.
Pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan mengacu pada petunjuk teknis MPLS Ramah dari Kementerian Pendidikan. Berbagai materi diberikan mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WITA, sedangkan pada hari penutupan kegiatan akan berlangsung hingga sore bahkan malam hari dengan agenda api unggun.
Menurut Esther, selama MPLS para guru dan narasumber juga menggali motivasi para siswa memilih SMKN 3 Kupang dan program keahlian yang diminati.
"Kami memanfaatkan sesi materi, ice breaking, maupun diskusi untuk bertanya langsung kepada siswa tentang alasan memilih jurusan dan cita-cita mereka. Dari situ terlihat bahwa sebagian besar sudah memiliki motivasi kuat untuk memperoleh keterampilan agar bisa langsung bekerja setelah lulus," katanya.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter sekaligus memperkenalkan budaya belajar di lingkungan SMKN 3 Kupang sejak hari pertama para peserta didik baru memasuki sekolah. **usgo

