Maumere – Kecelakaan kerja fatal terjadi di kawasan Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Sabtu (11/7/2026). Seorang karyawan PT Pelindo Maumere berinisial SST (43) meninggal dunia setelah terlindas alat berat reach stacker saat aktivitas pemindahan peti kemas berlangsung.
Peristiwa tersebut kini dalam penanganan Polres Sikka. Aparat kepolisian masih menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam insiden yang merenggut nyawa pekerja pelabuhan itu.
Kapolres Sikka melalui Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonard Tunga, membenarkan kejadian tersebut. Laporan polisi telah teregister dengan Nomor L/GANGGUAN/B/5/VII/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.
Menurut Leonard, aktivitas bongkar muat peti kemas telah berlangsung sejak pukul 08.30 WITA. Sekitar pukul 09.40 WITA, korban mendekati alat berat reach stacker untuk memastikan kepada operator berinisial **MW** bahwa peti kemas siap dipindahkan.
Korban kemudian naik melalui tangga alat berat guna menyampaikan informasi secara langsung kepada operator. Setelah percakapan selesai, korban turun kembali dari alat tersebut.
Namun beberapa saat kemudian, reach stacker bergerak maju. Di saat bersamaan terdengar teriakan dari area sekitar kendaraan.
"Mendengar teriakan tersebut, operator langsung menghentikan alat berat dan turun memeriksa. Korban ditemukan sudah tergeletak di badan jalan setelah terlindas roda reach stacker," ujar Ipda Leonard.
Operator kemudian segera menghubungi pengawas pekerjaan berinisial MYAK (30) yang berada di lokasi. Bersama sejumlah pekerja pelabuhan, korban dievakuasi dan dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis.
Meski telah mendapat pertolongan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Usai menerima laporan, personel Polres Sikka langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, memeriksa kondisi korban di rumah sakit, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi.
Penyidik juga mengumpulkan berbagai barang bukti guna mengungkap secara utuh penyebab kecelakaan kerja tersebut.
"Saat ini proses masih pada tahap penyelidikan. Kami masih mendalami apakah terdapat unsur kelalaian dalam peristiwa ini. Status terlapor masih dalam penyelidikan," kata Leonard.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja yang terjadi di sektor kepelabuhanan dan menjadi pengingat pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara disiplin dalam setiap aktivitas operasional, khususnya yang melibatkan alat berat berisiko tinggi. Hasil penyelidikan kepolisian diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab insiden sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang. **ah
