KUPANG, Mutiara-Timur.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 6 Kupang tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan pendidikan karakter, pencegahan bullying, serta pemahaman tentang dunia pendidikan vokasi dan industri.
Salah seorang peserta didik baru kelas X, Elisabeth Fatima Kou, mengaku materi mengenai bullying menjadi yang paling menarik selama mengikuti MPLS. Menurutnya, pembahasan tersebut menambah pemahamannya mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, hingga cara mencegah dan menyelesaikan persoalan tersebut di lingkungan sekolah.
"Materi yang saya dapat antara lain tentang visi dan misi sekolah, penjelasan mengenai bullying, dampak-dampaknya, konflik, contoh-contoh bullying, kemudian ada pemutaran video, serta pengenalan semua jurusan yang ada di SMK Negeri 6 Kupang," ujar Elisabeth pada Rabu, (15/7/26).
Ia mengaku telah mengenal pembahasan mengenai bullying sejak masih duduk di bangku SMP. Namun melalui MPLS di SMKN 6 Kupang, ia memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai persoalan tersebut.
"Yang paling saya tertarik itu materi tentang bullying, karena sejak SMP sudah pernah dibahas, tetapi saya ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana dampaknya dan cara mengatasinya," katanya.
Selain materi karakter, Elisabeth juga mengaku mantap memilih Program Keahlian Akuntansi karena dinilai memiliki prospek kerja yang baik.
"Saya memilih sekolah ini karena ada lima jurusan dan yang paling saya minati adalah Akuntansi. Jurusan Akuntansi di SMKN 6 dikenal bagus. Orang tua juga menyarankan saya masuk Akuntansi karena setelah lulus nanti bisa magang di bank atau bekerja di bidang keuangan," tuturnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan suasana sekolah yang ramah.
"Kakak-kakak kelas dan guru-guru sangat ramah tetapi juga tegas. Kalau kami melakukan kesalahan langsung ditegur supaya tidak mengulanginya lagi. Kalau ada yang tidak dimengerti, mereka menjelaskan dengan lengkap," ujarnya.
Elisabeth berharap dapat belajar dengan sungguh-sungguh selama menempuh pendidikan di SMKN 6 Kupang sehingga ilmu yang diperoleh dapat berguna bagi masa depan dirinya maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Lathang, menjelaskan MPLS tahun ajaran 2026/2027 berlangsung selama tiga hari dan difokuskan pada tiga materi utama.
"Yang pertama pengenalan lingkungan sekolah, yang kedua pengenalan pendidikan vokasi beserta dunia usaha, dunia industri, dan mitra kerja, sedangkan hari ketiga lebih diarahkan pada pembinaan karakter peserta didik," jelasnya.
Menurut Asa, seluruh peserta didik baru yang telah menyelesaikan proses pendaftaran mengikuti rangkaian MPLS sebagai bekal sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar.
Ia mengatakan, sekolah tahun ini menerima sekitar 320 peserta didik baru yang tersebar pada lima program keahlian. Meskipun belum memenuhi seluruh kuota yang tersedia, jumlah tersebut dinilai masih normal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kami tetap membuka pelayanan apabila masih ada masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SMK Negeri 6 Kupang selama kuota masih tersedia," katanya.
Asa menambahkan, karena SMKN 6 Kupang menerapkan sistem penerimaan nonzonasi, peserta didik berasal dari berbagai wilayah di Kota Kupang maupun kabupaten sekitar.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Oktovianus Saudale. Ia menyebutkan hingga hari terakhir MPLS terdapat 321 peserta didik baru yang telah terverifikasi mengikuti kegiatan tersebut, di luar tujuh siswa yang mengulang kelas.
"SMK menggunakan sistem nonzonasi sehingga siswa kami berasal dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan timur Kota Kupang hingga daerah perbatasan. Kuota yang tersedia sekitar 342 siswa sehingga masih ada peluang bagi calon peserta didik yang ingin mendaftar secara offline, kecuali Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) yang kuotanya sudah penuh," jelasnya.
Oktovianus mengungkapkan, TJKT setiap tahun menjadi program keahlian dengan peminat terbanyak. Menurutnya, banyak lulusan SMP tertarik karena mengenal istilah komputer dan jaringan, padahal seluruh program keahlian di SMKN 6 Kupang juga memanfaatkan teknologi komputer sesuai bidang masing-masing.
"Semua jurusan menggunakan komputer, hanya arah kompetensinya yang berbeda. DKV fokus pada desain grafis, fotografi, dan videografi. PPLG lebih kepada pengembangan perangkat lunak dan aplikasi, sedangkan jurusan lainnya juga memiliki keunggulan masing-masing sesuai bakat dan minat siswa," ujarnya.
Karena itu, pihak sekolah terus melakukan sosialisasi ke berbagai SMP agar calon peserta didik memahami karakter setiap program keahlian sebelum menentukan pilihan.
Ia menambahkan, selain sosialisasi langsung, informasi mengenai program keahlian, kegiatan sekolah, hingga proses penerimaan peserta didik baru juga rutin dipublikasikan melalui media sosial dan kanal YouTube resmi SMKN 6 Kupang sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih lengkap.
Melalui pelaksanaan MPLS, SMKN 6 Kupang berharap seluruh peserta didik baru mampu mengenal budaya sekolah, memahami pentingnya menjauhi perilaku bullying, serta semakin mantap memilih program keahlian yang sesuai dengan bakat dan cita-cita mereka sebelum memasuki proses pembelajaran di tahun ajaran baru. **usgo
