KUPANG – Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jeri Anton Pingak alias Yapi, menegaskan bahwa pelantikan Pengurus DPD Hanura NTT dan Pengurus DPC Hanura se-Provinsi NTT menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menghidupkan mesin partai menghadapi Pemilu mendatang.
Hal itu disampaikan Yapi usai mengikuti pelantikan pengurus yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Rabu (22/7/2026).
Menurut Yapi, Hanura NTT memiliki posisi strategis dalam peta politik nasional karena selama ini menjadi salah satu daerah yang konsisten memberikan dukungan bagi Partai Hanura.
"Hanura NTT ini sejak awal menjadi salah satu barometer Partai Hanura di Indonesia. Kita selalu eksis karena tagline Hanura adalah membangun dari daerah. Dengan pelantikan ini, tentunya mesin organisasi harus kita hidupkan dan kita gas, karena kompetitor ke depan akan bersaing dalam segala aspek," ujar Yapi.
Ia mengatakan, dirinya merupakan salah satu kader pendiri Hanura di NTT sejak tahun 2006 dan seluruh proses kepemimpinannya dibangun dari jenjang organisasi paling bawah.
"Saya salah satu pendiri Hanura di NTT sejak tahun 2006. Saya berproses dari bawah, mulai dari Ketua PAC, Ketua DPC Kota Kupang, Ketua OKK, Ketua Bapilu, hingga sekarang dipercaya menjadi Sekretaris DPD Hanura NTT. Semua proses itu saya jalani di organisasi," katanya.
Menurut Yapi, tantangan Hanura ke depan bukan hanya memenangkan kontestasi politik, tetapi juga memperkuat peran partai dalam mengadvokasi kepentingan masyarakat, terutama masyarakat di daerah.
"Hanura harus lebih meningkatkan hal-hal yang menyangkut advokasi masyarakat, terutama masyarakat dari daerah. Visi kita adalah membangun dari daerah dan menjadikan seluruh potensi daerah sebagai kekuatan yang harus dioptimalkan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Yapi juga menjelaskan filosofi penggunaan logo baru Partai Hanura yang kini menggunakan simbol kepala singa.
"Selama ini Hanura dikenal memakai simbol bendera. Sekarang kita menggunakan simbol singa. Secara filosofi, singa adalah penguasa wilayah. Kita analogikan bahwa kekuatan Hanura lahir dari daerah. Dari daerah itulah kita membangun kekuatan untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat," jelas Yapi.
Ia mengungkapkan, salah satu target besar Hanura NTT pada Pemilu mendatang adalah mengembalikan keterwakilan partai di DPR RI melalui Daerah Pemilihan NTT I maupun NTT II.
"Hanura sejak Pemilu 2009 sampai 2024 selalu memperoleh dukungan masyarakat di NTT. Kita tidak lolos ke DPR RI bukan karena suara Hanura di NTT kecil, tetapi karena secara nasional belum memenuhi parliamentary threshold. Itu yang menjadi pekerjaan rumah kita ke depan," ujarnya.
Lebih lanjut, Yapi menyebut Hanura menargetkan peningkatan signifikan jumlah kursi DPRD di seluruh NTT.
"Dulu Hanura pernah memiliki 89 kursi DPRD di NTT, kemudian menjadi 59 kursi dan sekarang 49 kursi. Target kita ke depan minimal kembali mencapai 90 kursi dan keterwakilan di seluruh daerah pemilihan di NTT harus terpenuhi," katanya.
Sebagai contoh keberhasilan konsolidasi partai, Yapi menyoroti Kabupaten Sumba Barat.
"Di Sumba Barat kita berhasil meningkatkan kursi DPRD dari satu menjadi lima. Bahkan Ketua DPRD, Bupati, dan Wakil Bupati berasal dari Hanura. Ini menjadi bukti bahwa kalau organisasi bekerja dengan baik, hasilnya juga akan baik," ungkapnya.
Menutup keterangannya, Yapi mengajak seluruh pengurus DPD dan DPC Hanura se-NTT untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas organisasi dan terus hadir mendampingi masyarakat.
"Kita harus bersinergi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi. Partai harus hadir di tengah masyarakat, mendampingi mereka dalam berbagai persoalan. Tujuan kita hanya satu, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," pungkas Yapi. **usgo
