Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya
  • Pendidikan

Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:



KUPANG, Mutiara Timur – Deretan maket rumah adat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipajang di lingkungan SD Inpres RSS Oesapa menjadi daya tarik tersendiri. Bukan sekadar pajangan, miniatur Rumah Adat Lopo (Timor), Rumah Adat Ume Kbubu (Timor), Rumah Adat Mbaru Niang (Manggarai), dan Rumah Adat Sa'o (Ngada) tersebut merupakan hasil karya peserta didik yang dijadikan media pembelajaran untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan Kepala SD Inpres RSS Oesapa, Leonard Ere Roi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Leonard, maket rumah adat tersebut merupakan hasil karya siswa melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam proses pembuatannya, peserta didik diajak mengenal kekayaan budaya NTT, memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kemudian menuangkannya dalam bentuk karya kreatif menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

"Rumah adat ini adalah hasil proyek kerja siswa dalam kegiatan P5. Anak-anak membuat sendiri berdasarkan pengetahuan mereka tentang budaya. Mereka menggunakan bahan-bahan sederhana seperti rumput dan bahan alam lainnya hingga menjadi miniatur rumah adat," ujar Leonard.

Ia menjelaskan, pendidikan budaya tidak cukup hanya diberikan melalui teori di ruang kelas. Menurutnya, siswa perlu diberi pengalaman langsung agar mereka mampu mengenal, mencintai, sekaligus bangga terhadap budaya daerahnya.

"Budaya adalah cara hidup yang berkembang dalam masyarakat, dimiliki bersama dan diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu budaya harus tetap hidup dalam kehidupan kita. Anak-anak perlu mengenalnya sejak dini agar tumbuh rasa memiliki dan bangga terhadap budayanya sendiri," katanya.

Leonard mengatakan, keberadaan miniatur Rumah Adat Lopo, Rumah Adat Ume Kbubu, Rumah Adat Mbaru Niang, dan Rumah Adat Sa'o menjadi simbol penghargaan terhadap keberagaman budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Timur. Meski banyak peserta didik berasal dari latar belakang masyarakat Timor, sekolah tetap mengenalkan budaya dari berbagai daerah di NTT agar siswa memahami pentingnya menghargai perbedaan.

"Kami bukan hanya menampilkan rumah adat dari Timor seperti Lopo dan Ume Kbubu, tetapi juga mengenalkan Rumah Adat Mbaru Niang dari Manggarai dan Rumah Adat Sa'o dari Ngada. Semua budaya kami hargai karena sekolah ini juga dihuni siswa dengan latar belakang yang beragam. Kami ingin anak-anak belajar bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga bersama," ungkapnya.

Selain melalui proyek P5, SD Inpres RSS Oesapa juga mengembangkan kecintaan terhadap budaya melalui pembelajaran seni tari, paduan suara, serta pembentukan berbagai klub, seperti klub seni, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPAS. Setiap ada undangan dari Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pendidikan maupun lembaga lainnya, sekolah selalu mengirimkan peserta didik untuk mengikuti festival budaya, lomba seni, paduan suara, hingga penampilan lagu daerah.

Bahkan, dua tahun lalu sekolah berhasil meraih Juara I Lomba Tari tingkat Kota Kupang. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan potensi seni dan budaya peserta didik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya NTT kepada masyarakat luas.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah juga telah menyiapkan berbagai kegiatan bernuansa kebangsaan dan budaya. Berbagai perlombaan akan digelar, mulai dari menyanyikan lagu perjuangan, permainan tradisional, tarik tambang, hingga lomba yang mengasah kekompakan, ketangkasan, dan sportivitas peserta didik.

"Melalui kegiatan-kegiatan itu kami ingin anak-anak memahami bahwa kemerdekaan diraih dengan perjuangan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar, berkarya, berprestasi, dan menjaga persatuan," tuturnya.

Lebih lanjut, Leonard menegaskan bahwa pendidikan budaya di SD Inpres RSS Oesapa berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai kebiasaan positif diterapkan setiap hari, mulai dari budaya salam dan berjabat tangan saat memasuki lingkungan sekolah, disiplin mengikuti apel, membiasakan membaca selama 10 menit sebelum pembelajaran dimulai, hingga gotong royong membersihkan lingkungan.

Sekolah juga membiasakan peserta didik memilah sampah sesuai jenisnya dengan menyediakan tempat sampah khusus untuk sampah organik, plastik, dan kaca. Setiap bulan seluruh warga sekolah melaksanakan kerja bakti bersama serta berkolaborasi dengan RT, RW, dan masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Kupang dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal dan mencintai budaya daerahnya, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Karena itu kami membiasakan budaya salam dan berjabat tangan setiap pagi, disiplin, gotong royong, membaca literasi, hingga memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Semua itu kami tanamkan setiap hari agar menjadi kebiasaan yang terbawa sampai mereka dewasa. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mencintai budaya lokal, sekaligus peduli terhadap lingkungan," tegas Leonard.

Ia berharap seluruh program yang dijalankan SD Inpres RSS Oesapa mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan seni, tetapi juga memiliki kepribadian yang santun, disiplin, kreatif, cinta budaya, serta bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya Nusa Tenggara Timur.

Melalui pendekatan tersebut, SD Inpres RSS Oesapa menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya diajarkan lewat buku pelajaran, tetapi diwujudkan melalui karya nyata, pembiasaan karakter, pengembangan bakat, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya mencetak generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang bangga terhadap jati diri budaya Nusa Tenggara Timur, berakhlak mulia, dan siap menjadi pelestari budaya serta lingkungan di masa depan.**usgo




Baca Juga
Tag:
  • Budaya
  • Pendidikan
Bagikan:
Berita Terkait
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
Berita Terbaru
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
  • Maket Rumah Adat NTT di SD Inpres RSS Oesapa, Cara Kreatif Sekolah Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • 22 Tahun Divina Providentia Kupang, Menabur Iman, Mendidik Generasi, Merawat Keutuhan Ciptaan

  • Undana Jelaskan Proses Penyelesaian Status Akademik Sri Sulastri Hamza, Harapkan Semua Pihak Menghormati Hasilnya

  • Juara 6 Lomba Seni Menari Tingkat SD, Kepala SD Inpres Oesapa Kecil 1 Siap Bangun Sanggar Budaya

  • Hilda Manafe Riwu Kore Kunjungi Perumda Air Minum Kota Kupang, Direktur Sampaikan Sejumlah Usulan Strategis ke Pemerintah Pusat

  • Kikis Trauma Hari Pertama Sekolah, TK La Consolacion Larantuka Terapkan Metode 'Gandeng Nyaman'

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.