KUPANG, Mutiara Timur – Penanaman nilai-nilai budaya sejak jenjang sekolah dasar menjadi salah satu fokus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dalam membentuk karakter peserta didik. Melalui pendidikan berbasis budaya, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter, beretika, dan mencintai budaya daerah.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho pada Selasa (14/7/26), mengatakan budaya memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian anak. Karena itu, sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan melalui budaya lokal.
"Budaya bukan sekadar warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik. Sejak di bangku sekolah dasar, anak-anak perlu dibiasakan hidup disiplin, jujur, saling menghormati, bergotong royong, bertanggung jawab, dan menghargai keberagaman," ujar Oktovianus.
Menurutnya, penguatan nilai budaya tidak hanya dilakukan melalui materi pembelajaran, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai kegiatan sekolah yang melibatkan siswa secara aktif. Hal tersebut bertujuan agar peserta didik tidak sekadar mengenal budaya melalui teori, tetapi juga menghayati dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, sekolah-sekolah dasar di Kota Kupang didorong melaksanakan berbagai kegiatan seperti pementasan seni dan tari daerah, menyanyikan lagu-lagu daerah, mengenakan pakaian adat pada momen tertentu, mengenalkan permainan tradisional, serta mengintegrasikan kearifan lokal dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
"Anak-anak akan lebih mudah mencintai budayanya apabila mereka diberi kesempatan untuk mengalami dan mempraktikkannya secara langsung. Karena itu sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar sekaligus mengenal budaya daerah," katanya.
Selain kegiatan seni dan budaya, pembentukan karakter juga dilakukan melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah, seperti menjaga kebersihan, menghormati guru dan orang tua, membangun kerja sama antarsiswa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Oktovianus menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan berbasis budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memperkuat nilai-nilai yang telah diajarkan kepada anak di sekolah.
"Pendidikan karakter akan berhasil apabila ada kesinambungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Anak-anak harus melihat bahwa nilai-nilai budaya yang diajarkan di sekolah juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin pesat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang terus mendorong sekolah agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran tanpa mengabaikan identitas budaya lokal.
"Kami ingin melahirkan generasi yang cerdas, berprestasi, mampu bersaing, tetapi tetap memiliki jati diri, mencintai budaya daerah, dan bangga menjadi bagian dari masyarakat Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur," tutup Okto Naitboho.
Melalui penguatan pendidikan berbasis budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang berharap sekolah dasar dapat menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. ***
