Kupang - Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Hery da Costa, menegaskan Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat sektor pertanian melalui pendampingan intensif kepada kelompok tani serta mendorong penerapan urban farming sebagai solusi atas semakin terbatasnya lahan pertanian di wilayah perkotaan.
Hal itu disampaikan Hery da Costa saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (13/7/2026).
Menurut Hery, Dinas Pertanian telah berkoordinasi dengan tenaga penyuluh pertanian untuk melakukan pendampingan secara bergilir kepada kelompok tani, terutama di Kecamatan Alak dan Maulafa, serta sebagian di Kecamatan Kelapa Lima.
"Kami akan terus melakukan pendampingan bersama tenaga penyuluh. Semua teman di Dinas Pertanian juga sudah kami rapatkan untuk turun langsung melihat kondisi kelompok tani di lapangan, mengetahui persoalan yang mereka hadapi, mulai dari masalah air, keterbatasan pupuk hingga bibit," ujar Hery.
Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah dalam menyediakan bantuan pertanian. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya agar kebutuhan bibit dan pupuk masyarakat dapat diakomodasi dalam Anggaran Tahun 2027.
"Kondisi keuangan memang sangat terbatas, tetapi kami tetap mengupayakan agar permintaan masyarakat terkait bibit maupun pupuk bisa kami layani," katanya.
Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, Dinas Pertanian telah membuat percontohan budidaya tanaman menggunakan pot dan polybag di halaman belakang kantor dinas. Menurut Hery, hasilnya cukup menggembirakan karena tanaman telah tumbuh subur dan mulai berbunga.
"Ini membuktikan bahwa pekarangan rumah yang sempit pun masih bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan sayur-sayuran. Istilahnya sekarang urban farming. Kami akan mengundang kelompok tani untuk melihat langsung contoh ini sehingga mereka bisa menerapkannya di rumah masing-masing," jelasnya.
Hery juga mengungkapkan adanya peluang besar bagi petani Kota Kupang melalui kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak MBG, kata dia, program tersebut siap membantu petani dengan penyediaan bibit dan pupuk agar mampu memenuhi kebutuhan sayur-mayur dalam jumlah besar.
"Dari hasil rapat kami dengan pihak MBG, mereka sudah berjanji membantu petani melalui penyediaan bibit dan pupuk sesuai kebutuhan. Ini peluang yang sangat baik untuk meningkatkan produksi sekaligus mendukung kebutuhan MBG di Kota Kupang," ungkapnya.
Mengenai keberadaan kelompok tani, Hery menyebut saat ini terdapat lebih dari 300 kelompok tani yang terdata di Dinas Pertanian. Namun, kelompok yang masih aktif diperkirakan sekitar 290 kelompok, sementara sisanya sudah tidak lagi beroperasi.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti cuaca yang semakin ekstrem, keterbatasan modal usaha, hingga menurunnya aktivitas kelompok tani.
Karena itu, Hery menegaskan pihaknya akan melakukan pembaruan data kelompok tani secara berkala agar seluruh program pemerintah benar-benar tepat sasaran.
"Saya tidak mau hanya menerima data di atas kertas. Kami akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelompok tani itu benar-benar aktif atau tidak. Yang kami butuhkan adalah data yang valid dan riil sehingga seluruh bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh kelompok tani yang masih produktif," tegasnya.
Ia menjelaskan, lahan persawahan di Kota Kupang saat ini hanya terdapat di Kecamatan Alak, Maulafa, Kelapa Lima, serta sebagian kecil di Oebobo. Sementara lahan hortikultura masih didominasi Kecamatan Alak dan Maulafa dengan komoditas utama berupa sayur-mayur dan kacang-kacangan yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan masyarakat Kota Kupang.
Melalui pendampingan yang lebih intensif, pemanfaatan lahan pekarangan, serta dukungan terhadap kelompok tani, Hery berharap sektor pertanian Kota Kupang semakin berkembang, mampu meningkatkan pendapatan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. **usgo
