Maumere – Lapangan Gelora Samador, Kabupaten Sikka, dipenuhi ratusan Orang Muda Katolik (OMK) dalam pembukaan Nusra Youth Day (NYD) III. Dari udara, kawasan yang menjadi pusat kegiatan tampak dipadati peserta yang datang dari berbagai keuskupan di wilayah Nusa Tenggara dan Bali.
Sebanyak 837 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sembilan keuskupan, yakni Keuskupan Maumere, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Atambua, Keuskupan Agung Kupang, dan Keuskupan Denpasar. Kehadiran ratusan orang muda itu menjadikan Gelora Samador sebagai titik temu persaudaraan lintas keuskupan dalam semangat iman dan kebersamaan.
Nusra Youth Day III mengusung tema "Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa." Tema tersebut menjadi landasan seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas, kepemimpinan, solidaritas, serta keterlibatan Orang Muda Katolik dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Sejak pembukaan, suasana di Gelora Samador berlangsung semarak. Peserta mengenakan atribut khas keuskupan masing-masing dan mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Berbagai penampilan seni, ibadat, hingga kegiatan kebersamaan mewarnai pelaksanaan NYD III, menciptakan suasana yang penuh sukacita namun tetap mencerminkan nilai-nilai Kekatolikan.
Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari kerja keras panitia yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian acara. Gelora Samador disulap menjadi pusat kegiatan yang tertata rapi, aman, dan nyaman bagi para peserta. Penataan panggung, area peserta, fasilitas pendukung, hingga dekorasi bernuansa kaum muda menunjukkan kesiapan panitia dalam menyambut perhelatan yang mempertemukan OMK dari berbagai daerah.
NYD III bukan sekadar menjadi ajang berkumpulnya Orang Muda Katolik. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun jejaring, mempererat persaudaraan lintas keuskupan, serta memperkuat komitmen generasi muda dalam mengambil bagian membangun Gereja dan bangsa. Melalui perjumpaan ini, para peserta diharapkan membawa pulang pengalaman iman, semangat pelayanan, dan persaudaraan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keuskupan masing-masing.
Antusiasme ratusan peserta yang memadati Gelora Samador menjadi gambaran besarnya semangat Orang Muda Katolik di kawasan Nusa Tenggara dan Bali. Kehadiran mereka menegaskan bahwa generasi muda tetap memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan menjadi wajah Gereja yang hidup, kreatif, serta relevan dengan perkembangan zaman. **arishalilintar

