Maumere – Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa (Unipa) resmi mengukir capaian baru setelah meraih predikat akreditasi "Baik Sekali" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Bagi Fakultas Hukum, capaian tersebut bukan sekadar pengakuan atas kualitas akademik, tetapi menjadi titik awal untuk melakukan pembenahan menyeluruh menuju standar yang lebih tinggi.
Predikat tersebut ditetapkan melalui SK BAN-PT Nomor 6846/SK/BAN-PT/Ak/S/VI/2026, sekaligus memperkuat posisi Fakultas Hukum Unipa dalam meningkatkan mutu pendidikan hukum di Kabupaten Sikka dan Nusa Tenggara Timur.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa, Gervatius Portasius Mude, S.H., M.H., mengatakan capaian itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kampus yang selama ini berjuang memenuhi standar mutu pendidikan tinggi.
"Pertama-tama kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah ini. Akreditasi 'Baik Sekali' merupakan buah dari kerja keras, komitmen, dan kebersamaan seluruh sivitas akademika Fakultas Hukum," ujar Gervatius kepada Media ini.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa yang telah memberikan dukungan penuh selama proses akreditasi, termasuk penyediaan fasilitas yang dibutuhkan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pimpinan Universitas Nusa Nipa melalui LPPP yang terus mendampingi Fakultas Hukum sejak penyusunan dokumen hingga proses asesmen.
Tak lupa, ia mengapresiasi dedikasi para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni yang ikut berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Menurut Gervatius, keberhasilan meraih akreditasi "Baik Sekali" justru menjadi tantangan baru bagi Fakultas Hukum untuk terus meningkatkan kualitas di berbagai bidang.
"Kami memandang hasil ini sebagai motivasi untuk bersama-sama membenahi berbagai kekurangan yang masih ada, baik dari aspek dokumen, tata kelola, maupun kualitas sumber daya manusia. Perjalanan kami belum selesai," katanya.
Sebagai langkah strategis, Fakultas Hukum akan memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan melalui pemanfaatan berbagai program beasiswa dari pemerintah maupun yayasan agar semakin banyak yang melanjutkan studi ke jenjang magister dan doktor.
Selain itu, fakultas juga akan mendorong para dosen mempercepat pengurusan jabatan fungsional, meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program hibah yang disediakan pemerintah.
"Kami ingin membangun budaya akademik yang semakin kuat. Dosen harus terus berkembang, produktif dalam penelitian, aktif mengabdi kepada masyarakat, dan menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas. Dengan cara itu, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh mahasiswa dan masyarakat," ujarnya.
Gervatius menegaskan bahwa orientasi Fakultas Hukum tidak berhenti pada capaian akreditasi, tetapi pada upaya menciptakan lulusan yang memiliki integritas, kompetensi, dan mampu menjawab tantangan perkembangan hukum di era modern.
Ia berharap seluruh sivitas akademika menjadikan capaian tersebut sebagai energi baru untuk terus bekerja, berinovasi, dan menjaga budaya mutu secara berkelanjutan.
"Akreditasi 'Baik Sekali' bukan tujuan akhir. Ini adalah pijakan untuk melakukan lompatan yang lebih besar. Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa mampu melangkah menuju akreditasi 'Unggul' dan menjadi fakultas hukum yang semakin dipercaya masyarakat," tutupnya. **arishalilintar

