KUPANG – Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Batuplat, Alex Letubana, menyebut pelaksanaan Festival Budaya Batuplat menjadi momentum untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat persatuan, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kota Kupang.
Hal tersebut disampaikan Alex Letubana saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan Festival Budaya Kelurahan Batuplat yang berlangsung di Lapangan Batuplat, Kamis (16/7/2026).
Dalam laporannya, Alex menjelaskan Pemerintah Kelurahan Batuplat secara rutin menyelenggarakan event budaya sebagai bagian dari komitmen menjaga dan melestarikan warisan budaya yang diwariskan para leluhur.
Menurutnya, festival budaya menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal, serta mendorong generasi muda agar ikut menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
"Festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi agar masyarakat, terutama generasi muda, semakin mencintai budaya daerah dan terus melestarikannya," ujar Alex.
Ia mengatakan, selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pariwisata Kelurahan Batuplat. Kehadiran pengunjung diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha kecil dan masyarakat yang memanfaatkan momentum festival untuk meningkatkan pendapatan.
Alex menjelaskan, penyelenggaraan festival mengacu pada petunjuk teknis Dinas Pariwisata Kota Kupang sebagai koordinator pelaksanaan event budaya di tingkat kelurahan.
Adapun tujuan utama kegiatan ini, lanjutnya, adalah melestarikan dan memperkenalkan seni, adat istiadat, serta tradisi lokal Batuplat kepada masyarakat luas. Selain itu, festival juga bertujuan menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan kepedulian masyarakat terhadap budaya daerah, memperkuat persatuan melalui berbagai kegiatan budaya, serta membangun citra Batuplat sebagai wilayah yang menjunjung tinggi keberagaman budaya dan kreativitas masyarakat.
Festival Budaya Batuplat berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Juli 2026, dengan menghadirkan beragam perlombaan dan pertunjukan budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Sejumlah kegiatan yang digelar di antaranya lomba fashion show anak, fashion show lansia, lomba karaoke lagu nasional dan lagu daerah, lomba tari tradisional, serta berbagai perlombaan seni dan budaya lainnya. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
Alex mengungkapkan, pelaksanaan festival tahun ini didukung anggaran sebesar Rp20 juta yang bersumber dari APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2026. Meski dengan keterbatasan anggaran, panitia tetap berupaya menghadirkan kegiatan yang berkualitas melalui dukungan berbagai pihak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, DPRD, Dinas Pariwisata Kota Kupang, para sponsor, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Batuplat yang telah memberikan dukungan sehingga festival dapat terlaksana dengan baik.
"Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Namun berkat dukungan pemerintah, para sponsor, dan seluruh masyarakat, Festival Budaya Batuplat dapat terlaksana. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat persatuan, serta menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang," tutup Alex Letubana. **usgo

