KUPANG – Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa pelaksanaan Event Budaya Kelurahan Batuplat bukan sekadar pergelaran seni, tetapi menjadi wadah memperkuat persatuan, melestarikan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky Malelak, saat mewakili Wali Kota Kupang membuka secara resmi Event Budaya Kelurahan Batuplat Senin, (16/7/26).
Dalam sambutannya, Hengky Malelak menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Batuplat yang telah bergotong royong menyelenggarakan kegiatan budaya tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Batuplat dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini," ujarnya.
Menurut Hengky, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Batuplat menjadi modal penting dalam membangun Kota Kupang.
Ia menjelaskan tema "Batuplat Berkarya dalam Simfoni Keberagaman Budaya" memiliki makna yang mendalam. Tema tersebut mengajak masyarakat untuk terus berkarya melalui berbagai cara, mulai dari menjaga budaya, melestarikan lingkungan, mendidik generasi muda hingga memperkuat kepedulian sosial.
"Berkarya tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang besar. Menjaga budaya, mengembangkan potensi, mendidik anak-anak, menjaga lingkungan, hingga menciptakan kepedulian terhadap sesama merupakan karya yang memberikan dampak bagi masa depan," katanya.
Hengky juga menegaskan bahwa Kota Kupang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa dan agama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah.
"Seperti sebuah orkestra, setiap alat musik memiliki peran yang berbeda. Ketika semuanya dimainkan dengan baik, akan lahir sebuah simfoni yang indah. Demikian pula Kota Kupang, kita tidak harus menjadi sama, tetapi harus berjalan menuju tujuan yang sama, yaitu membangun Kota Kupang sebagai rumah yang nyaman bagi semua," ungkapnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat terus memperkuat kolaborasi karena pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
"Pemerintah membutuhkan masyarakat, dunia usaha membutuhkan komunitas, dan komunitas membutuhkan dukungan semua pihak. Ketika semua bergerak bersama, perubahan akan terjadi lebih cepat," ujarnya.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Hengky menilai event budaya juga memiliki dampak ekonomi yang besar. Menurutnya, kegiatan seperti ini membuka peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin, seniman dan komunitas kreatif untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Budaya bukan hanya panggung seni, tetapi juga kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Khusus kepada generasi muda, Hengky berpesan agar tidak pernah malu terhadap budaya daerah sendiri. Ia mendorong anak-anak muda memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kupang kepada masyarakat yang lebih luas.
"Jangan pernah malu dengan budaya kita. Jadikan budaya sebagai identitas, dan manfaatkan teknologi sebagai alat untuk memperkenalkannya kepada dunia. Jadilah generasi yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan bangga terhadap budaya daerah sendiri," pesannya.
Menutup sambutannya, Hengky mengajak seluruh masyarakat menjadikan Kelurahan Batuplat sebagai contoh bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan yang mampu mempererat persaudaraan sekaligus mendorong kemajuan Kota Kupang. **usgo

