KUPANG, Mutiara-Timur.com – Pemerintah Kota Kupang optimistis target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai. Optimisme tersebut didukung oleh tren positif indikator makro ekonomi daerah serta percepatan pembahasan APBD Perubahan agar program prioritas dan pembangunan infrastruktur dapat segera direalisasikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang, Andre Otta, mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan simulasi perubahan anggaran bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan alokasi anggaran benar-benar mendukung program prioritas Wali Kota Kupang.
"Kita sementara melakukan simulasi perubahan dengan seluruh perangkat daerah. Penggeseran anggaran dilakukan untuk memastikan pemenuhan program prioritas Wali Kota dalam pembangunan daerah," ujar Andre, Rabu (15/7/2026).
Menurut Andre, proses fasilitasi APBD Perubahan bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah rampung. Saat ini pemerintah hanya menunggu hasil penyesuaian sebelum dokumen dibahas dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
"Kita sudah selesai fasilitasi dengan provinsi. Tinggal menunggu hasil penyesuaiannya untuk masuk ke proses KUA-PPAS. Mudah-mudahan akhir minggu ini atau minggu depan sudah didorong ke DPRD," katanya.
Ia menjelaskan, percepatan pembahasan APBD Perubahan menjadi langkah penting agar pekerjaan fisik, terutama pembangunan infrastruktur, dapat dimulai lebih awal dan tidak terkendala musim hujan.
"Targetnya sidang perubahan pada Agustus. Harapannya pekerjaan yang bersifat fisik dan infrastruktur sudah mulai berjalan Oktober, mulai dari proses pengadaan hingga pelaksanaan. Kalau terlalu mepet nanti berisiko karena faktor cuaca," jelasnya.
Di sisi lain, Andre menilai kondisi ekonomi Kota Kupang saat ini berada pada jalur yang positif. Berdasarkan indikator makro pembangunan, target yang telah disusun pemerintah dinilai realistis untuk dicapai.
"Kalau dari sisi ekonomi, secara makro pertumbuhan ekonomi Kota Kupang termasuk positif. Target-target yang kita susun cukup rasional untuk kita capai tahun ini," tegasnya.
Bappeda, lanjut Andre, juga segera merilis data makro ekonomi secara lengkap, termasuk indikator pembangunan lainnya seperti data stunting yang saat ini masih dalam proses finalisasi melalui sistem monitoring dan evaluasi.
"Nanti data makro semuanya akan kami kirim, termasuk data stunting dan indikator lainnya. Setelah rekapitulasi dashboard selesai, semua datanya bisa diketahui," ujarnya.
Data makro pembangunan menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi Kota Kupang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat berada di angka 1,34 persen pada 2020, pertumbuhan ekonomi naik menjadi 3,46 persen pada 2021, 4,05 persen pada 2022, 4,83 persen pada 2023, hingga mencapai 5,70 persen pada 2025. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada di kisaran 2,60–7,88 persen, dan meningkat menjadi 3,03–8,31 persen pada 2027.
Peningkatan juga terlihat pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku yang naik dari sekitar Rp54,28 juta pada 2020 menjadi Rp69,46 juta pada 2025. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi Rp72,32 juta pada 2026 dan Rp76,13 juta pada 2027.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kupang juga menunjukkan perkembangan positif, dari 81,93 pada 2020 menjadi 83,65 pada 2025. Pemerintah menargetkan IPM mencapai 84,04 pada 2026 dan 84,46 pada 2027.
Andre menegaskan, capaian berbagai indikator tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, kesejahteraan masyarakat meningkat, serta pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Deskripsi SEO: Bappeda Kota Kupang optimistis target pembangunan 2026 tercapai. Pertumbuhan ekonomi terus meningkat, APBD Perubahan dipercepat untuk mendukung pembangunan infrastruktur. **usgo
