Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Pendidikan

Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

 

KUPANG, Mutiara-Timur.com – Nasib salah satu sekolah kejuruan swasta di Kota Kupang, SMKK 2 Kupang, kini berada di titik yang memprihatinkan. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut hanya memiliki tiga siswa baru yang bertahan mengikuti proses pembelajaran.

Jumlah itu jauh berbeda dibanding masa kejayaan sekolah-sekolah kejuruan di Kota Kupang yang pernah dipadati ratusan hingga ribuan peserta didik. Kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi keberlangsungan sekolah swasta di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan.

Kepala SMKK 2 Kupang, Yan Pasumain, mengungkapkan pada penerimaan peserta didik baru tahun ini sebenarnya terdapat empat pendaftar. Namun satu siswa memilih pindah sehingga tersisa tiga siswa yang resmi mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurut Yan, penurunan jumlah peserta didik di sekolah kejuruan bukanlah persoalan yang terjadi dalam satu atau dua tahun terakhir. Ia menyebut tren tersebut telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Ia mengenang saat masih mengajar di SMKK 1 Kupang pada akhir 1990-an hingga sekitar tahun 2010, sekolah-sekolah kejuruan di Kota Kupang menjadi tujuan utama para lulusan SMP dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

“Dulu ruang kelas penuh bahkan ada calon siswa yang tidak bisa diterima karena daya tampung terbatas. Sekarang situasinya sudah sangat berbeda,” ujarnya. 

Yan menilai salah satu faktor utama menurunnya jumlah siswa adalah semakin meratanya pembangunan SMK di berbagai kabupaten di NTT. Jika dahulu banyak siswa datang ke Kota Kupang karena jurusan yang diinginkan belum tersedia di daerah asal, kini hampir seluruh kabupaten telah memiliki sekolah kejuruan dengan program keahlian yang beragam. 

Selain itu, kehadiran sekolah-sekolah baru serta program pendidikan berasrama juga membuat persaingan antar sekolah semakin ketat. SMKK 2 Kupang bahkan harus bersaing dengan sekolah lain yang memiliki program keahlian serupa di Kota Kupang. 

Menghadapi situasi tersebut, pihak sekolah terus melakukan berbagai upaya promosi, mulai dari membagikan brosur ke SMP, melakukan sosialisasi, hingga meminta dukungan gereja untuk menyampaikan informasi penerimaan siswa baru kepada jemaat. 

Saat ini SMKK 2 Kupang memiliki 16 tenaga pendidik. Sebagian guru telah bersertifikasi, sementara lainnya masih berstatus honorer dengan penghasilan yang sangat terbatas dan bergantung pada jumlah jam mengajar. 

Meski diterpa krisis jumlah peserta didik, pihak sekolah menegaskan tetap berkomitmen mempertahankan keberadaan SMKK 2 Kupang dan terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para siswa.

“Kami berharap sekolah ini tetap bisa bertahan dan terus mencetak lulusan yang siap bekerja serta bermanfaat bagi masyarakat,” kata Yan. 

Baca Juga
Tag:
  • Pendidikan
Bagikan:
Berita Terkait
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
Berita Terbaru
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
  • Dulu Ribuan Siswa, Kini Tinggal Tiga: SMKK 2 Kupang Berjuang Bertahan
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Polisi Telusuri Jejak Remaja Hilang di Sikka, Pakaian Ditemukan di Gudang TK

  • Sebulan Laporan KDRT di Rote Ndao, Terlapor IA Belum Diperiksa Penyidik Polres

  • Advokat Cinta Sikka Soroti Pemeriksaan Saksi Anak Tanpa Pendamping dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Penyandang Disabilitas

  • Pejalan Kaki Meninggal Setelah Ditabrak Mobil yang Dikemudikan Pastor, Satlantas Polres Sikka Selidiki Penyebab Kecelakaan

  • Lulusan STIKUM Diminta Jadi Pembela Keadilan, Bukan Sekadar Penghafal Pasal

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.