KUPANG – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa jabatan dan otoritas yang dimiliki seorang pemimpin bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se-Provinsi NTT yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Rabu (22/7/2026).
Dalam sambutannya, Christian mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada Partai Hanura yang dinilainya telah memberikan kontribusi bagi pembangunan, baik melalui gagasan, pemikiran maupun kader-kader terbaik yang ikut membangun daerah.
"Kalau Kota Kupang seperti hari ini, itu tidak lepas dari kerja-kerja partai politik dan salah satunya adalah Partai Hanura. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Partai Hanura," ujarnya.
Menurut Christian, pelantikan pengurus baru tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda seremonial ataupun pergantian kepengurusan semata. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan, setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Ada yang memilih jalur politik, ada yang melayani melalui lembaga keagamaan, organisasi sosial maupun sebagai aparatur sipil negara. Namun seluruh pengabdian itu memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Semua itu bermuara pada ujung yang sama, yaitu kesejahteraan rakyat. Karena itu, pelantikan hari ini menjadi momentum untuk menegakkan kembali komitmen bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Christian juga mengingatkan para pengurus Hanura yang baru dilantik agar tidak memandang jabatan sebagai prestise ataupun ukuran kekuatan politik.
Menurutnya, kepemimpinan sejati diukur dari kemampuan seorang pemimpin mendengar aspirasi masyarakat dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
"Ini bukan tentang siapa yang paling kuat. Ini tentang siapa yang paling mampu mendengar dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa otoritas yang dimiliki pemimpin harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Bagi saya, otoritas bukan hanya tentang kewenangan atau kekuasaan. Otoritas adalah bagaimana menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat," ujarnya.
Sebagai kepala daerah, Christian menilai sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan. Kolaborasi juga perlu diperluas dengan melibatkan lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga lembaga swadaya masyarakat.
Menurutnya, di tengah tantangan pembangunan dan kebijakan efisiensi anggaran, semangat gotong royong menjadi modal utama untuk menghasilkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Di tengah efisiensi ini, hanya dengan kolaborasi dan gotong royong kita bisa melalui berbagai hambatan dan tantangan. Kata kuncinya adalah kolaborasi dan gotong royong," ungkapnya.
Menutup sambutannya, Christian mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD Hanura NTT dan DPC Hanura se-Provinsi NTT yang baru dilantik. Ia berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, transparansi, serta menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Ia mengakhiri pidatonya dengan mengutip pesan inspiratif tentang pentingnya kebersamaan dalam membangun organisasi.
"Datang bersama adalah sebuah permulaan, tetap tinggal bersama adalah sebuah kemajuan, dan bekerja bersama adalah sebuah kesuksesan." Pesan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai melalui persatuan, kerja sama, dan komitmen untuk melayani masyarakat. **usgo
