Kupang, Mutiara-Timur.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefri Pelt, menegaskan bahwa budaya merupakan kekuatan awal yang menyatukan masyarakat dalam sebuah ikatan yang kokoh. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Event Budaya Kelurahan Kayu Putih Tahun 2026, Kamis (30/7/2026).
Dalam sambutannya, Jefri Pelt mengapresiasi seluruh panitia, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, unsur TNI-Polri, serta warga Kelurahan Kayu Putih yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan budaya tahunan tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sesepuh dan keluarga besar masyarakat Ende-Lio yang telah membagikan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sehingga semakin memahami serta mencintai warisan leluhur.
"Budaya adalah kekuatan awal sebuah masyarakat dalam ikatan. Karena itu, sebagai kota yang dihuni berbagai suku, etnis, agama, dan budaya, kita harus terus merawat budaya sebagai perekat persaudaraan," tegas Jefri Pelt.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang secara konsisten menggelar event budaya di setiap kelurahan sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kota Kupang.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Event Budaya Kelurahan Kayu Putih merupakan rangkaian event budaya yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Tahun 2026, Kelurahan Kayu Putih menjadi kelurahan ke-13 yang menggelar kegiatan serupa.
Sekda juga mengapresiasi panitia yang tahun ini mengangkat budaya Ende-Lio sebagai tema utama sehingga masyarakat Kota Kupang memiliki kesempatan untuk lebih mengenal kekayaan budaya daerah tersebut.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, menurut Jefri, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatan seluruh RT dan delapan RW dalam berbagai kegiatan mulai dari karnaval hingga aneka perlombaan dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
"Melalui event budaya, kita tidak hanya memperkenalkan budaya kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga. Semua unsur masyarakat dilibatkan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan bersama," katanya.
Ia mengingatkan bahwa seluruh tarian tradisional memiliki makna yang mendalam. Karena itu, dirinya berharap masyarakat tetap mempertahankan bentuk tarian asli sebelum melakukan berbagai modifikasi.
"Saya ingin kalau bisa didahulukan tarian yang asli. Baru setelah itu boleh ditampilkan bentuk modifikasinya. Karena sesungguhnya dalam setiap gerak dan tarian budaya itu ada doa. Mari kita memberi penghargaan yang tinggi terhadap budaya kita," ujarnya.
Kepada peserta berbagai perlombaan yang digelar selama event berlangsung, Sekda berpesan agar tidak menjadikan kompetisi semata-mata untuk mengejar kemenangan, melainkan sebagai sarana mempererat persaudaraan.
"Lomba ini bukan untuk mencari siapa yang paling hebat, tetapi untuk memperkuat tali persaudaraan kita. Semakin kita bersatu, semakin kuat pula kita membangun Kota Kupang," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Jefri Pelt juga menginformasikan rencana kunjungan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, ke Kota Kupang yang dijadwalkan tiba pada Jumat dan akan mengikuti sejumlah agenda bersama masyarakat. Ia mengajak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi secara langsung.
Mengakhiri sambutannya, Sekda mengajak seluruh masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan serta menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan Kota Kupang.
"Mari terus kita rawat semangat persaudaraan. Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila kita terus menjaga budaya dan memperkuat tali persaudaraan. Selamat mengikuti seluruh rangkaian Event Budaya Kelurahan Kayu Putih Tahun 2026. Tuhan memberkati kita semua," pungkasnya. ***usgo


