Sumba, Mutiara Timur – Gelombang kebangkitan petani menggema dari Bumi Marapu. Tani Merdeka Indonesia (TMI) terus memperkuat barisan hingga ke akar rumput dengan melantik pengurus tingkat kecamatan se-Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dalam sebuah agenda konsolidasi organisasi yang berlangsung di Kampung Reda Meter, Desa Kadu Eta, Kecamatan Kodi Utara.
Pelantikan yang dipimpin langsung Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, itu menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran organisasi sebagai wadah perjuangan petani sekaligus mitra pembangunan pertanian di daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD TMI SBD Kristina Bili, Ketua DPW TMI NTT Fransiskus C. Teda, Pembina DPW TMI NTT Fernando J.F.O. Soares, tokoh masyarakat, pengurus organisasi, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Dalam arahannya, Yons Ebit menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia harus menjadi rumah besar bagi seluruh petani. Menurutnya, pengurus yang baru dilantik tidak boleh sekadar menjadi pelengkap struktur organisasi, melainkan harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang mampu menjawab berbagai persoalan petani di lapangan.
"Tani Merdeka Indonesia harus berdiri bersama petani. Pengurus harus turun ke masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, memperjuangkan kepentingan petani, dan memastikan setiap program pembangunan pertanian benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat," tegasnya.
Ia menilai penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan menjadi langkah strategis untuk mempercepat pendampingan petani sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap berbagai program pemerintah di sektor pertanian.
Menurut Yons Ebit, masa depan ketahanan pangan nasional sangat ditentukan oleh kekuatan petani di desa. Karena itu, keberadaan pengurus di tingkat kecamatan diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan petani dengan kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah.
Sementara itu, Ketua DPD TMI Sumba Barat Daya, Kristina Bili, mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang kuat, solid, dan mampu menjadi motor penggerak kemajuan pertanian di wilayah Sumba Barat Daya.
Ia berharap para pengurus yang telah dilantik dapat bekerja secara nyata bersama masyarakat, mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kelompok tani, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.
Pelantikan ini sekaligus menunjukkan semakin kokohnya eksistensi Tani Merdeka Indonesia di Nusa Tenggara Timur. Dengan jaringan organisasi yang kini menjangkau hingga tingkat kecamatan, TMI optimistis mampu mempercepat pembangunan sektor pertanian dan melahirkan petani-petani tangguh yang siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dari Reda Meter, semangat baru itu kembali dinyalakan. Di tengah hamparan tanah Bumi Marapu yang dikenal subur dan kaya potensi, para petani kini memiliki energi baru untuk bergerak bersama, membangun kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan simbol bangkitnya kekuatan petani dari desa. Dari Sumba Barat Daya, harapan akan pertanian yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera terus dikobarkan menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.**arishalilintar
