Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • agama

Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

MARONGGELA, MUTIARA-TIMUR.COM – Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti Kapela Tedhing St. Maria Assumpta, Paroki Maronggela, Rabu (17/6/2026), saat umat merayakan Misa Perdana Reverendus Pater (RP.) Makarius Sungga, CMF, imam baru yang ditahbiskan pada 13 Juni 2026 di Benlutu, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Ribuan umat yang memadati kapela dan tenda-tenda yang disiapkan panitia mengikuti perayaan ekaristi dengan penuh khidmat. Misa Perdana  dengan didampingi imam konselebran, Pastor  Paroki Maronggela RD. Anicetus Rachmat Hani,  sejumlah imam dari wilayah Keuskupan Agung Ende, para imam Misionaris Claretian (CMF) Indonesia, serta utusan Provinsial CMF dari  Keuskupan Peru- Bolivia yang menjadi wilayah pelayanan misioner RP. Makarius di masa mendatang.

Dalam homilinya, RP. Dr. Christ Djawa, CMF mengajak umat untuk merenungkan makna panggilan imamat melalui moto tahbisan RP. Makarius Sungga, CMF, yakni “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau” (Yohanes 21:17).

Menurut RP. Christ Djawa, moto tersebut berangkat dari dialog mendalam antara Yesus dan Petrus setelah kebangkitan-Nya. Dialog itu menegaskan bahwa dasar utama hidup seorang imam bukanlah kemampuan, jabatan maupun prestasi, melainkan kasih kepada Kristus.

“Pada akhirnya panggilan imamat bukan soal kehormatan atau jabatan dalam Gereja. Yesus tidak bertanya kepada Petrus apakah ia pandai atau kuat. Yang ditanyakan adalah apakah ia mengasihi Tuhan. Kasih itulah fondasi utama hidup seorang imam,” ungkapnya.

RP. Christ juga mengulas makna nama “Makarius” yang berasal dari bahasa Yunani Makarios, yang berarti berbahagia, diberkati, dan hidup dalam kebahagiaan ilahi. Nama tersebut, katanya, menggambarkan pribadi yang dipanggil menjadi pembawa damai, penghiburan, dan sukacita bagi sesama.

“Makarius melambangkan sukacita rohani, kedekatan dengan Tuhan, kesederhanaan, dan kebijaksanaan. Nama ini bukan sekadar identitas, tetapi juga doa dan harapan agar yang menyandangnya menjadi pribadi yang diberkati Tuhan,” jelasnya.

Dalam refleksinya, RP. Christ menegaskan bahwa kasih yang sejati lahir dari pengalaman akan belas kasih Allah. Ia mencontohkan Petrus yang pernah menyangkal Yesus, tetapi justru melalui pengalaman kelemahan dan pengampunan itu, kasihnya menjadi semakin matang.

“Seorang imam ditahbiskan bukan karena ia sempurna, tetapi karena ia telah mengalami kasih Allah dalam hidupnya. Tuhan bekerja melalui kerapuhan manusia untuk menghadirkan rahmat-Nya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Tuhan selalu melihat hati manusia, bukan semata-mata penampilan luar ataupun keberhasilan yang tampak. Menurutnya, perjalanan panjang RP. Makarius hingga menerima tahbisan merupakan buah dari doa, pengorbanan, dan penyertaan Tuhan yang terus bekerja dalam hidupnya.

Lebih lanjut, RP. Christ menekankan bahwa kasih kepada Kristus harus diwujudkan dalam pelayanan nyata kepada umat. Setelah Petrus menyatakan kasihnya, Yesus memerintahkannya untuk menggembalakan domba-domba-Nya.

“Kasih kepada Kristus tidak boleh berhenti dalam kata-kata. Kasih harus menjelma dalam pelayanan. Seorang imam dipanggil untuk merayakan Ekaristi, mewartakan Sabda, menghibur yang berduka, mendampingi yang sakit, serta menjadi sahabat bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Di akhir homili, RP. Christ mengutip tiga warisan spiritual Santo Antonius Maria Claret yang menjadi semangat hidup para misionaris Claretian, yakni caminar (berjalan), acompañar (menemani), dan adorar (menyembah).

Menurutnya, seorang imam harus terus berjalan bersama Allah dan umat-Nya, hadir menemani umat dalam suka maupun duka, serta berakar kuat dalam kehidupan doa dan penyembahan kepada Tuhan.

“Semoga RP. Makarius Sungga, CMF menjadi gembala yang berjalan bersama Allah, setia menemani umat, dan berakar kuat dalam penyembahan kepada Tuhan. Dengan demikian ia dapat terus menjawab panggilan Kristus: Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau,” tutupnya.

Perayaan Misa Perdana yang berlangsung meriah itu disambut dengan bangga Umat Paroki Maronggela umumnya, dan bagi  Umat Lanamai Raya khususnya karena sejarah  baru bagi mereka. Mereka berharap imam menjadi berkat bagi Gereja dan masyarakat di mana pun ia diutus untuk melayani. **

Baca Juga
Tag:
  • agama
Bagikan:
Berita Terkait
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
Berita Terbaru
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Jiwa Besar Presiden Prabowo Evaluasi MBG dan Efisiensi Anggaran Percepat Pembangunan Daerah Miskin di Indonesia Timur

  • Christian Widodo Kukuhkan PKBI Kota Kupang, Daerah Pertama di NTT yang Miliki Tim Eksekutif

  • Tembok Tinggi Polres Sikka Jadi Sorotan: Benteng Keamanan atau Simbol Jarak dengan Rakyat?

  • Grace Natalie Minta PSI NTT Perkuat Struktur hingga Desa, Bidik Kemenangan Besar pada Pemilu 2029

  • Misa Perdana RP. Makarius Sungga, CMF Berlangsung Khidmat, RP. Dr. Christ Djawa: Kasih Adalah Dasar Hidup Imamat

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.