KUPANG, MUTIARA TIMUR – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 6 Kupang berlangsung dengan sistem daring dan dibagi dalam enam sesi selama tiga hari guna memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon peserta didik.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 6 Kupang, Oktovianus Saudale, S.Pd, kepada media, Selasa (24/6/2026), menjelaskan bahwa penerimaan siswa baru tahun ini dilakukan secara online dengan pembagian waktu pendaftaran dalam beberapa sesi.
"Hari ini kami melaksanakan sesi pertama dari pukul 08.00 sampai 11.00 WITA. Saat ini sedang istirahat dan akan dilanjutkan sesi kedua pukul 13.00 sampai 16.00 WITA. Setiap hari ada dua sesi dan berlangsung selama tiga hari, sehingga total ada enam sesi," jelasnya.
Menurut Oktovianus, SMKN 6 Kupang membuka 10 rombongan belajar (rombel) yang tersebar pada lima program keahlian. Masing-masing program keahlian mendapat dua rombel.
"Kami memiliki lima program keahlian dan setiap program mendapat dua kelas atau dua rombel, sehingga total ada 10 rombel," katanya.
Kuota penerimaan peserta didik baru yang diberikan kepada sekolah melalui sistem yang diatur Dinas Pendidikan berjumlah sekitar 320 siswa untuk jalur umum, di luar kuota afirmasi, mutasi, dan alokasi bagi peserta didik yang tidak naik kelas.
"Secara sistem sudah diatur oleh dinas. Untuk jalur umum kami mendapat sekitar 320 siswa. Sementara pembagian kuota afirmasi, mutasi dan lainnya sudah diatur langsung dalam sistem," ujarnya.
Pada sesi pertama pelaksanaan SPMB, sekitar 75 calon peserta didik telah berhasil diterima melalui sistem yang tersedia.
Oktovianus menjelaskan bahwa pembagian sesi pendaftaran dilakukan sebagai solusi atas kendala yang selama ini dialami sebagian orang tua maupun calon peserta didik dalam mengakses aplikasi pendaftaran secara daring.
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya sistem pendaftaran dibuka secara bersamaan sehingga kuota sekolah sering kali langsung penuh hanya dalam waktu singkat.
"Dua tahun sebelumnya sistem dibuka secara bebas. Akibatnya dalam waktu kurang dari setengah jam kuota langsung penuh. Banyak orang tua yang kurang memahami penggunaan aplikasi melalui laptop maupun telepon genggam sehingga kehilangan kesempatan mendaftar. Karena itu sekarang dibagi per sesi agar lebih adil," jelasnya.
Ia optimistis seluruh kuota yang tersedia akan terpenuhi karena minat masyarakat terhadap SMKN 6 Kupang terus meningkat setiap tahun.
"Kami yakin kuota akan terpenuhi karena setiap tahun peminat SMKN 6 selalu tinggi," katanya.
Oktovianus juga menegaskan bahwa sekolah tidak dapat menambah jumlah peserta didik melebihi kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
"Sistem sudah terkunci. Untuk SMK jumlah maksimal siswa dalam satu rombel adalah 36 orang. Jika kuota sudah terpenuhi, sistem otomatis menutup pendaftaran dan tidak bisa ditambah lagi," tegasnya.
Ia menambahkan, ketentuan jumlah rombel dan kuota peserta didik baru telah diatur dalam petunjuk teknis SPMB yang berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan.
Terkait program keahlian yang menjadi favorit, Oktovianus menyebutkan bahwa seluruh jurusan di SMKN 6 Kupang selalu diminati dan hampir selalu terisi penuh setiap tahun.
"Lima program keahlian yang kami buka yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Pengelasan (TPLG), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL). Semua program ini setiap tahun selalu penuh," ungkapnya.
Bahkan pada hari pertama pelaksanaan SPMB tahun ini, kuota jalur afirmasi yang disediakan langsung habis terisi.
"Tahun ini cukup mengejutkan. Kuota afirmasi yang disediakan langsung penuh pada sesi pertama. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk bersekolah di SMKN 6 Kupang," pungkasnya.
**(usgo)
