KUPANG, Mutiara-Timur.com – NTT Mart yang berlokasi di SMK Negeri 2 Kupang terus dikembangkan sebagai pusat promosi dan pemasaran hasil karya siswa SMK di Kota Kupang. Sejak diluncurkan pada Maret 2026, etalase produk tersebut telah mencatat omzet sekitar Rp16,5 juta dan menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan bagi para peserta didik.
Kepala SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesi, mengatakan NTT Mart bukan sekadar tempat menjual produk, melainkan menjadi miniatur pengembangan teaching factory (TeFa) dan laboratorium kewirausahaan yang menghubungkan proses pembelajaran dengan dunia usaha.
"NTT Mart ini menjadi etalase hasil pembelajaran siswa SMK di Kota Kupang. Setelah diluncurkan oleh Bapak Gubernur pada bulan Maret lalu, kami terus memproduksi berbagai hasil karya siswa untuk dipasarkan," kata Hebner.
Ia menjelaskan, SMKN 2 Kupang memiliki 12 konsentrasi keahlian yang menghasilkan berbagai produk dan jasa.
Di sektor jasa, siswa Program Broadcasting dan Perfilman melayani live streaming berbagai kegiatan. Program Desain Pemodelan Informasi Bangunan menyediakan layanan desain bangunan dan penyusunan rencana anggaran biaya (RAB), sedangkan Program Geomatika melayani survei dan pemetaan lahan.
Sementara itu, dari sektor produk, siswa menghasilkan mebel, kerajinan berbahan kayu, produk konstruksi, hingga hasil pengelasan yang dinilai mampu bersaing dengan produk industri.
"Produk hasil karya anak-anak tidak kalah mutunya dengan produk yang dihasilkan industri di Kota Kupang," ujarnya.
Menurut Hebner, seluruh aktivitas penjualan di NTT Mart dikelola secara profesional. Sekolah telah membentuk tim khusus melalui surat keputusan kepala sekolah yang bertugas mengelola operasional, pencatatan transaksi, hingga pengembangan produk.
"Semua transaksi dicatat setiap hari dan dilaporkan setiap bulan kepada kepala sekolah agar perkembangan penjualan bisa terus dipantau," jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah daya beli masyarakat yang masih belum optimal.
Karena itu, sekolah menggagas Gerakan Mencintai Produk Anak Murid, yakni mengajak guru dan warga sekolah membeli hasil karya siswa sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran berbasis produksi.
Selain itu, pada kegiatan kokurikuler bulan Mei lalu, siswa berhasil menghasilkan sekitar 81 produk berbahan kayu dan besi yang kini dipasarkan melalui NTT Mart.
Hebner juga menegaskan bahwa NTT Mart menjadi wadah kolaborasi bagi SMK di Kota Kupang. Produk dari SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, dan SMKN 6 Kupang turut dipajang di etalase tersebut sehingga masyarakat dapat melihat beragam hasil karya siswa dari berbagai sekolah.
"Rumah kita boleh berbeda, tetapi tujuan kita satu. Karena itu kami saling mendukung dengan memasarkan produk dari sekolah-sekolah lain di NTT Mart," katanya.
Ia mengungkapkan, omzet sekitar Rp16,5 juta yang diperoleh sejak NTT Mart dibuka berasal dari pembelian masyarakat umum maupun instansi sekolah.
Untuk memperkuat pengembangan NTT Mart, SMKN 2 Kupang telah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia sejak peluncuran pada Maret 2026. Selain itu, Telkom Indonesia juga memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas penunjang untuk kegiatan promosi. Ke depan, sekolah masih membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna memperluas pemasaran produk siswa.
Hebner berharap masyarakat semakin mencintai dan menggunakan produk hasil karya siswa SMK. Menurutnya, setiap pembelian bukan hanya membantu meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap lahirnya lulusan SMK yang kreatif, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha. **usgo
