Maumere – Di tengah hamparan laut yang memisahkan Surabaya dan Maumere, seorang bidan muda asal Kabupaten Sikka mengambil peran yang tak pernah ia rencanakan. Ketika kepanikan menyelimuti penumpang akibat persalinan darurat di atas KM Dharma Rucitra VII, Theresa Arias Vivianti justru memilih maju dan bertindak.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., memberikan penghargaan kemanusiaan kepada Theresa dalam acara Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan dan Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Sikka di Aula Egon Lantai III Kantor Bupati Sikka, Selasa, 2 Juni 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme Theresa yang berhasil membantu proses persalinan darurat di tengah pelayaran laut hingga ibu dan bayi dapat diselamatkan.
“Beliau menunjukkan bahwa panggilan kemanusiaan tidak mengenal batas ruang dan waktu. Dalam situasi darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas, beliau mampu mengambil keputusan cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa,” kata Fista saat menyerahkan penghargaan.
Menurut informasi yang disampaikan dalam kegiatan itu, persalinan terjadi ketika kapal sedang berada dalam perjalanan menuju Maumere. Jauh dari rumah sakit dan tenaga medis yang memadai, kondisi tersebut berpotensi menjadi situasi yang membahayakan keselamatan ibu maupun bayi.
Namun keadaan berubah ketika Theresa mengambil tanggung jawab tersebut. Dengan kemampuan yang dimiliki sebagai tenaga kesehatan, ia membantu proses persalinan hingga berjalan aman dan lancar.
Tindakan itu tidak hanya menyelamatkan seorang ibu yang sedang berjuang melahirkan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi bayi yang lahir di tengah lautan.
Pemerintah Kabupaten Sikka menilai aksi tersebut sebagai teladan nyata pengabdian seorang tenaga kesehatan. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Akulinus, S.Sos., menyampaikan penghargaan yang tinggi atas tindakan kemanusiaan tersebut.
“Tindakan yang dilakukan menunjukkan bahwa profesi tenaga kesehatan bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian yang lahir dari hati nurani. Di tengah keterbatasan dan situasi yang tidak mudah, beliau tetap mengutamakan keselamatan sesama manusia,” ujar Akulinus membacakan sambutan Bupati.
Pemerintah Kabupaten Sikka berharap kisah yang dialami Theresa dapat menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan lainnya untuk terus menghadirkan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional kepada masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, kisah Theresa Arias Vivianti menjadi bukti bahwa dedikasi seorang tenaga kesehatan tidak selalu tercatat di ruang operasi atau gedung rumah sakit.
Terkadang, pengabdian itu hadir di tempat yang tidak terduga di atas gelombang laut, ketika dua nyawa menanti pertolongan. Dan pada hari itu, seorang bidan muda memilih untuk tidak tinggal diam. **arishalilintar
