Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah

Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Maumere – Di sebuah sudut Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, seorang janda lanjut usia bernama Maria Fatima menjalani hari-harinya dalam kesunyian dan keterbatasan. Usia yang terus menua tidak mengubah kenyataan bahwa ia masih harus bertahan hidup di sebuah rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan.

Rumah yang ditemati Maria Fatima berdiri dengan dinding anyaman bambu yang telah lapuk dimakan usia. Di sejumlah bagian, bambu terlihat rusak dan berlubang. Tiang-tiang penyangga tampak renta, sementara sebagian bangunan terlihat miring dan rapuh.

Pantauan media ini di lokasi menunjukkan kondisi rumah tersebut jauh dari kata layak. Saat hujan turun, penghuni rumah harus menghadapi kekhawatiran akan rembesan air dan terpaan angin yang sewaktu-waktu dapat memperparah kerusakan bangunan.

Di rumah sederhana itulah Maria Fatima menghabiskan hari-harinya. Sebagai seorang janda lansia, ia menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Tidak ada kemewahan, tidak ada fasilitas yang memadai. Yang tersisa hanyalah sebuah rumah tua yang menjadi saksi perjalanan hidupnya selama bertahun-tahun.

Susana Susan, warga Dusun Hepang, mengaku prihatin melihat kondisi yang dialami Maria Fatima. Menurutnya, keadaan rumah tersebut sudah lama memerlukan perhatian serius.

"Kami kasihan melihat Mama Tima. Beliau sudah lanjut usia dan tinggal di rumah yang kondisinya seperti ini. Kalau hujan atau angin kencang, kami juga ikut khawatir," ujar Susana.

Menurut warga, Maria Fatima dikenal sebagai sosok sederhana yang menjalani hidup dengan penuh ketabahan. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap bertahan dan menjalani hari-harinya dengan tenang.

Bagi masyarakat sekitar, kondisi yang dialami Maria Fatima bukan sekadar kisah tentang sebuah rumah tua yang lapuk dimakan waktu. Lebih dari itu, kondisi tersebut menggambarkan kenyataan bahwa masih ada warga lanjut usia di pelosok desa yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian bersama.

Warga berharap pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial dapat melihat langsung kondisi yang dialami Maria Fatima. Mereka berharap janda lansia itu dapat memperoleh bantuan agar bisa menempati rumah yang lebih aman dan layak untuk menjalani masa tuanya.

Di tengah pembangunan yang terus bergerak maju, rumah bambu yang ditempati Maria Fatima berdiri sebagai pengingat bahwa masih ada kisah-kisah sunyi di pelosok desa yang menunggu uluran perhatian. Di balik dinding-dinding yang lapuk itu, seorang ibu tua terus bertahan menjalani hidup, berharap hari-hari mendatang membawa keadaan yang lebih baik. **arishalilintar 

Baca Juga
Tag:
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
Berita Terbaru
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
  • Janda Lansia di Dusun Hepang Bertahan di Rumah Bambu Lapuk yang Nyaris Roboh
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal









Terpopuler
  • “Jangan Jadikan Polisi Alat Pembungkam Rakyat” GRIB Jaya Sikka Desak Oknum Pemukul Massa Dipecat

  • Enam Bulan Ambulance Lumpuh, Nyawa Warga Doreng Dipertaruhkan: Dinas Kesehatan Sikka Diminta Jangan Tutup Mata

  • GMNI Sikka Lapor Mabes Polri: "Jangan Biarkan Mahasiswa Mengalami Kekerasan Saat Menyampaikan Aspirasi"

  • Obor Mas Guncang Nasional: Menteri Koperasi dan Gubernur NTT Turun ke Maumere, Flores Jadi Pusat Perhatian

  • "Jangan Lindungi Pelaku di Balik Seragam,” Ketua GMNI Sikka Soroti Lambannya Penanganan Dugaan Kekerasan Aparat

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.